Laba Butik Pakaian Berlipat
Kamis, 11 Nov 2004 12:33 WIB
Jakarta - Masyarakat masih menyerbu pusat-pusat perbelanjaan, khususnya pakaian. Kondisi ini tentunya hujan rezeki bagi para pengusaha butik atau pakaian jadi lainnya."Tentu saja ada peningkatan," kata Melia, pemilik butik 'Jabotabek Shopping' kepada detikcom saat ditemui digerainya di Pasaraya Grande, Jakarta Selatan, Kamis (11/11/2004).Dijelaskan Melia, omzet penjualan butiknya mulai terasa pada H-7, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu. Menurut Melia, hal yang sama juga terjadi terjadi di cabang-cabang 'Jabotabek Shopping' lainnya di Mal Kelapa Gading 3 dan di Jl. Bandung, kawasan Menteng."Naik berapa persen saya tidak tahu pasti, yang jelas ada kenaikan omzet penjualan lah. Mungkin di minggu-minggu ini kan orang-orang baru menerima THR," ujar Melia.Melia mengaku tidak memberikan diskon atau potongan harga pada barang dagangannya. Menurut Melia, hal itu disebabkan butiknya sudah memiliki segmentasi pasar sendiri."Konsumen kita khusus ABG (Anak Baru Gede), dan mereka sudah sangat mengenal 'Jabotabek Shopping'. Tanpa diskon mereka tetap berbelanja di sini. Dulu kita pernah memberi diskon, eh...malah ngga laku," tutur Melia.Trik jualan lainnya, setiap jenis barang yang dijual 'Jabotabek Shopping' sangat terbatas. Biasanya untuk satu jenis model pakaian, baik baju, celana atau sepatu, tidak lebih dari buah."Para ABG itu biasanya tidak mau model yang dipakainya sama dengan banyak orang. Jadi kita memang menyediakan setiap model dalam jumlah yang terbatas. Bahkan untuk sepatu, masing-masing hanya ada 1 size," papar Melia.Menurut pantauan detikcom, memasuki H-4 ini pusat-pusat perbelanjaan Jakarta memang semakin dipenuhi masyarakat. Tidak hanya di Pasaraya Grande, keramaian juga nampak mencolok di ITC Cempaka Mas, dan Atrium Senen, dan lapak-lapak PKL di sekitarnya.
(djo/)











































