Hari ini serikat buruh memastikan melakukan mogok nasional selama 2 hari di 20 provinsi seluruh Indonesia. Berbeda dengan rencana awal yang akan mengerahkan 3 juta buruh, aksi mogok nasional 2 hari hanya melibatkan 2 juta buruh.
"Mogok nasional mulai hari ini hingga 1 November 2013 sudah bisa dipastikan dilaksanakan di 20 provinsi dan 150 kabupaten kota. Buruh yang akan terlibat dalam mogok nasional ini hampir 2 juta orang lebih rendah dari target awal 3 juta orang," jelas Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal kepada detikFinance, Kamis (31/10/2013).
Ia mengakui adanya serikat buruh yang memutuskan tidak melakukan mogok nasional. Sebelumnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani menyatakan ia lebih memilih untuk memperjuangkan suara buruh melalui aspirasi dewan pengupahan. Ia mengklaim memiliki 3,7 anggota buruh di seluruh Indonesia. Hal yang sama juga diutarakan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejaktera Indonesia (KSBSI) Mudhofir.
"Memang tidak semua elit pimpinan serikat buruh di tingkat nasional terlibat. Tetapi di daerah dalam betuk aliansi-aliansi serikat buruh daerah mereka ikut bergabung dalam mogok nasional," imbuhnya.
Ia mengklaim aksi mogok nasional tahun ini lebih besar dari mogok nasional tahun lalu baik dari sebaran jumlah kabupaten/kota maupun peserta aksi yang terlibat. Karena itu buruh meminta pemerintah dan pengusaha memperhatikan secara sungguh-sungguh tuntutan perjuangan buruh. Namun aksi mogok nasional dilakukan buruh dengan cara damai.
"Mogok nasional hari ini adalah legal dan sah. Berjalan dengan damai, tertib dan tidak anarkis," cetusnya.
Sementara itu 40 kawasan industri yang akan lumpuh total karena adanya mogok nasional seperti di Jakarta (Pulo Gadung, Sunter, KBN Cakung, Tanjung Priok), 7 kawasan industri Bekasi, 3 Kawasan industri Karawang, 3 kasawan industri Purwakarta, Daerah Padat Industri di Tangerang (Jatake, Cikupa, Balaraja, Tangerang Selatan), Serang (Cilegon), Subang, Bandung, Cimahi, Medan, Deli Serdang, Batam, Bintan, Karimun, Makasar, Bitung, Gorontalo, Samarinda, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, Mojokerto, Purbolinggo, Pekalongan, Cilacap, Demak, Semarang, Yogyakarta, dan kota-kota Industri lainnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meyakini aksi mogok nasional tahun ini tak akan sebesar tahun lalu. Alasannya karena para serikat buruh yang memiliki basis massa yang besar tak semuanya mendukung mogok nasional.
Menurut Sofjan, pernyataan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal berencana mengerahkan 3 juta tenaga kerja untuk melakukan mogok nasional tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2013 tak beralasan. Padahal kenyataannya anggota KSPI di bawah pimpinan Said Iqbal tak sebanyak itu.
Menurut Sofjan, jumlah anggota pekerja di bawah pimpinan Said Iqbal tidak terlalu banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofjan mendesak agar serikat buruh bersikap fair melihat kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Dengan melemahnya nilai tukar rupiah dan kenaikan bahan bakar serta listrik berdampak pada kinerja keuangan perusahaan.
"Semua akan senang kalau upah tinggi. Kita mengerti tetapi lihat kondisi perusahaan mampu nggak kita bersaing. Belum lagi inflasi yang tinggi dan naik harga BBM," cetusnya. (wij/ang)











































