Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto mengatakan, langkah investasi pangan di luar negeri sudah sangat perlu dilakukan Indonesia.
"Kadin menyarankan agar pemerintah memikirkan langkah strategis untuk berinvestasi di luar negeri. Tujuannya adalah untuk melengkapi kebutuhan dalam negeri ketiga terjadinya gangguan. Ataupun dalam perencanaan masa depan," ujar Suryo dalam sambutannya pada acara Rapimnas Kadin di Hotel Aryaduta, Palembang, Jumat (1/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya kita lihat Tiongkok yang sangat sulit mencukupi kebutuhan pangan. Negara ini banyak sekali mencari lahan di luar negeri untuk menjadi modal hidup bagi negaranya. Kemudian juga lahan industri lainnya," ujarnya.
Di samping itu, SBS menilai, pelemahan perekonomian dunia masih akan berlangsung hingga 2014. Indonesia pun juga akan terkena dampaknya. Akan tetapi, sejauh ini masih ada tanda-tanda tanah air menjadi tujun investasi uang menarik.
Ke depan perlu ditambah fokus untuk pembangunan infrastruktur. Seperti listrik, jalan, air, dan transportasi.
"Ada tanda-tanda Indonesias masih menarik untuk investasi. Untuk itu kita perlu benahi beberapa hal untuk meningkatkan investasi, seperi perbaikan administrasi, lahan, listrik dan kemacetan serta yang paling utama ada infrastruktur," jelas Suryo.
(mkj/dnl)











































