RI Masih Doyan Impor Teh, Kopi, dan Cokelat

RI Masih Doyan Impor Teh, Kopi, dan Cokelat

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 04 Nov 2013 10:54 WIB
RI Masih Doyan Impor Teh, Kopi, dan Cokelat
Jakarta -

Teh dan kopi yang beredar di dalam negeri, ternyata masih berasal dari negara lain. Cukup disayangkan, mengingat dua komoditas ini memiliki banyak peluang untuk diproduksi lebih banyak lagi untuk kebutuhan domestik.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip detikFinance, Senin (4/11/2013) impor teh dari Januari-September 2013 sebesar 16.557 ton atau US$ 23,4 juta. Sedangkan kopi adalah 14.343 ton atau US$ 34,7 juta.

Pada rinciannya, impor teh berasal dari negara-negara seperti Vietnam dengan volume 10.173 ton atau US$ 10,68 juta. Kemudian Kenya dengan 1.127 ton atau US$ 3,3 juta, India 1.020 ton atau US$ 2,35 juta, Iran 3.265 ton atau US$ 2,07 juta, Srilanka 118 ton atau US$ 1,28 juta dan negara lainnya 851 ton atau US$ 3,62 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk kopi, Vietnam juga merupakan pemasok terbesar di antara negara lainnya. Tercatat impor dari Vietnam mencapai 9.270 ton atau US$ 18,98 juta. Selain itu Brazil sebesar 2.058 ton atau US$ 6,6 juta, Amerika Serikat sebesar 291 ton atau US$ 1,32 juta, Italia 67 ton atau US$ 1,25 juta dan negara lainnya 994 ton atau US$ 2,46 juta.

Sementara Cokelat (kakao) adalah satu komoditas yang masih diimpor untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Tercatat dalam sembilan bulan pertama (Januari-September) tahun 2013 impor cokelat sebesar 23.437 ton atau US$ 57,9 juta atau sekitar Rp 657,8 miliar.

Dalam tiga bulan terakhir, impor cokelat terus terlihat ada peningkatan. Juli 2013, impor cokelat tercatat 1950 ton US$ 4,75 juta. Kemudian Agustus impor sebesar 3.178 ton atau US$ 7,74 juta dan September 3.929 ton atau US$ 9,44 juta.

Secara mayoritas cokelat impor berasal dari negara-negara di Afrika. Paling besar berasal dari Gana dengan total 8.250 ton atau US$ 20,7 juta.

Selanjutnya adalah Pantai Gading sebesar 6.366 ton atau US$ 15,95 juta, Papua Nugini 3.402 ton atau US$ 8,28 juta, Kamerun 2413 ton atau US$ 5,8 juta, Ekuador 1.001 ton atau US$ 2,25 juta dan negara lainnya 2.002 ton atau US$ 4,83 juta.

(mkj/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads