"Impor minyak mentah 29,3%, ini cukup besar, kita sudah cek ke ESDM (Kementerian Energi Sumber Daya Mineral) tidak ada penambahan kilang yang cukup signifikan tapi crude-nya kok tinggi," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi saat konferensi persnya di Kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (6/11/2013).
Bayu menyebutkan, dari Januari-September 2013, impor BBM hanya 1,2%, sementara impor minyak mentah naik 29,3%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi tingginya impor migas, Bayu mengatakan, perlu dilakukan diversifikasi energi minyak ke energi lain seperti energi air, matahari, dan angin.
"Penggunaan biofuel saat ini baru duapertiga sekitar 67%. Kita harapkan ada yang lain, seperti energi air, matahari, angin, investasi di bidang itu cukup besar," katanya.
Bayu menambahkan, untuk pengurangan impor migas, tahun depan sudah ada pembahasan kontrak pembelian biofuel sebesar 6,5 juta kilo liter yang akan dibeli dari produsen-produsen biofuel. Namun, pihaknya tidak menyebut secara rinci pembahasan terkait kontrak tersebut.
(drk/hen)











































