Padahal, menurut Direktur Utama Perindo Agus Suherman yang baru dilantik pada 18 Februari 2013, target laba Perindo tahun ini hanya Rp 7 miliar.
"Ini sudah sehat dan usaha mulai ada laba. Mulai kecil masuk dari Rp 2,9 miliar posisi 2012, per Oktober Rp 10,8 miliar. Itu naik hampir 300%," ucap Agus di Kantor Pusat Perindo, Muara Baru Jakarta Utara, Kamis (7/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama adalah penataan dan optimalisasi aset. Kita bidang jasa maka kita jalankan GCG," sebutnya.
Perindo yang memiliki lini bisnis pengolahan ikan, persewaan lahan hingga perawatan kapal tangkap ikan ini, memiliki aset hingga ratusan hektar. Aset ini tersebar di seluruh Indonesia.
"Muara Baru 76 ha, Belawan 30 ha, Pekalongan 33 ha, Pemangkat 6 ha, Brondong Jatim 3,8 ha, Prigi 5,2," jelasnya.
Sampai 2014, Perindo mengalokasikan belanja modal hingga Rp 150 miliar. Dana ini digunakan untuk pengembangan lini dan anak usaha.
"Dulu bicara sewa lahan. Sekarang kita sebagai player. Ke depan pengelola kawasan, penyedia kebutuhan masyarakat nelayan seperti dooking, cool storage air dan listrik, pembenihan ikan, perdagangan ikan. Kita bikin cool storage di semua cabang, pembuat pakan ikan," ucapnya.
(hen/ang)











































