Pemerintah Kumpulkan 300 Pejabat dan Pengusaha Dunia, Apa yang Dibahas?

Pemerintah Kumpulkan 300 Pejabat dan Pengusaha Dunia, Apa yang Dibahas?

Dewi Rachmat Kusuma - detikFinance
Kamis, 07 Nov 2013 16:44 WIB
Pemerintah Kumpulkan 300 Pejabat dan Pengusaha Dunia, Apa yang Dibahas?
Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bekerjasama dengan Financial Times (FT) menyelenggarakan ”Indonesia Investment Summit 2013,” di Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, dengan tema “Maximizing the Potential of Indonesia’s Transformation”.

Forum berskala internasional ini dihadiri oleh lebih dari 300 pemangku kepentingan dunia investasi, yang terdiri dari CEO, pengusaha, pemikir terkemuka, perwakilan komunitas investasi utama dunia dan pejabat pemerintah dari berbagai negara.

Forum ini dimaksudkan untuk memberikan update terbaru mengenai kebijakan pemerintah, dan bagaimana para investor serta pelaku usaha manufaktur, keuangan dan penyedia jasa dapat memaksimalkan peluang di Indonesia.

Dalam acara tersebut, Wakil Presiden Boediono mengakui, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini tengah melambat. Kuartal III-2013, pertumbuhan ekonomi hanya 5,6%. Namun pemerintah optimistis, Indonesia mempunyai prospek.

"Tahun ini lebih kecil karena perlambatan ekonomi. Tapi ada prospek recovery tahun depan," kata Boediono saat membuka acara Indonesia Investment Summit 2013 di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (7/11/2013).

Boediono mengatakan, untuk bisa menggenjot kembali pertumbuhan ekonomi, pihaknya perlu meningkatkan proyek-proyek infrastruktur yang ada.

"Dalam 2 tahun ke depan kita perlu investasi di energi terbarukan, infrastruktur, dan banyak proyek-proyek lainnya seperti bandara, railway, gas akan selesai dan siap operasi. Kita undang investor untuk partisipasi. Negara ini punya prospek," ujar dia.

Pada kesempatan itu Boediono menyebutkan, pemerintah juga perlu meningkatkan komitmen dan mengembangkan bisnis, serta menjaga iklim investasi di Indonesia.

"Pemerintah perlu berkomitmen penuh untuk kembangkan bisnis dan jaga iklim investasi di Indonesia. Demokrasi kita bekerja dengan baik tapi korupsi terkuat belakangan ini," terangnya.

Selain itu, dalam sesi diskusi panel, para pembicara menyampaikan berbagai hal antara lain perspektif mereka terhadap Indonesia sebagai tujuan investasi dan pasar utama, tata kelola dan manajemen risiko, serta peluang investasi di bidang industri pertambangan dan infrastruktur.

Forum ini juga memberikan kesempatan bagi para peserta forum untuk menjalin kemitraan usaha dan konsultasi, melalui kegiatan one-on-one meeting, dengan para pejabat BKPM maupun dengan pejabat pemerintah lainnya.

Menurut Kepala BKPM Mahendra Siregar, Indonesia membutuhkan investasi berkualitas yang dapat memberikan manfaat pertumbuhan ekonomi secara jangka panjang.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Investment Summit 2013, BKPM berharap dapat berdiskusi dengan para pemangku kepentingan dunia investasi, untuk mengetahui potensi, tantangan berinvestasi di Indonesia.

Lebih lanjut, Kepala BKPM menjelaskan, investasi berkualitas diperlukan untuk menciptakan keseimbangan makro, khususnya neraca berjalan serta penguatan fundamental pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Oleh karenanya, investasi berkualitas tidak hanya melihat aspek besaran nilai yang ditanamkan, namun juga kesesuaian nilai tambah yang diciptakan untuk kebutuhan masa depan.

Dengan perspektif itu, investor perlu melihat Indonesia tidak hanya sebagai pusat sumber daya dan pasar ritel, tapi juga basis bagi berbagai sektor industri maju.

Indonesia sendiri saat ini berada dalam kinerja yang positif. Pertumbuhan perekonomian Indonesia, pada triwulan III 2013 masih terbilang tinggi di level 5,6 persen. Adapun realisasi investasi pada Triwulan III (Juli-September) Tahun 2013 adalah sebesar Rp 100,5 triliun, yang merupakan pertama kalinya melampaui ambang Rp 100 Triliun.

Hal itu berarti peningkatan sebesar 22,9% bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2012.

Realisasi investasi pada Triwulan III 2013 juga mencatatkan peningkatan yang signifikan, yakni Rp 18,7 triliun. Jumlah itu naik 22,8 persen jika dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun 2012 lalu.

Sementara realisasi investasi asing tercatat sebesar Rp 67 triliun, atau naik 18,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2012 lalu.

Terkait dengan pencapaian realisasi investasi, Mahendra mengatakan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kemudahan berinvestasi, serta tetap mempertahankan komitmen untuk mewujudkan iklim Investasi di Indonesia yang mudah, ramah dan saling menguntungkan.

Acara ini dibuka oleh Wakil Presiden RI Boediono, dan menghadirkan para pembicara antara lain Menteri Keuangan RI Chatib Basri, Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Mari Elka Pangestu, Kepala BKPM Mahendra Siregar, Mantan Kepala Ekonom Goldman Sachs dan pencetus istilah BRIC, Jim O’neil, dan para pembicara baik dari perwakilan perusahaan multinasional dan domestik lainnya.

(drk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads