6 Alasan Susu Sapi Lokal Kalah dari Susu Belanda

6 Alasan Susu Sapi Lokal Kalah dari Susu Belanda

- detikFinance
Jumat, 08 Nov 2013 07:33 WIB
6 Alasan Susu Sapi Lokal Kalah dari Susu Belanda
Jakarta -

1. Tidak Memberi Makan Pagi Hari

Berend Jan Stoel peternak asal Groningen, mengungkapkan kesalahan peternak lokal yakni selalu tidak pernah memberi pakan pada pagi hari.

"Karena lebih konsentrasi memerah susu, peternak tidak pernah memberikan pakan sapi terutama rumput pada pagi hari sebelum susunya diperah, tentunya hal tersebut mempengaruhi produksi susunya," ujar Berend.

"Apalagi peternak lebih suka memberi pakan pada pagi hari konsentrat terlebih dahulu itu juga salah. Dan lebih fatalnya lagi setelah diperah susunya, si sapi tidak langsung diberi pakan," kata Berend.

2. Tidak Membuang Perahan Susu Pertama

Berend mengungkapkan kesalahan paling fatal lagi, peternak sapi lokal selalu menggunakan perahan susu pertama.

"Padahal perahan susu pertama setiap harinya ini mengandung banyak kuman, lalu tercampur dengan perahan susu lainnya sehingga bakterinya makin banyak. Jika dalam 1 mili liter terkandung 1 juta bakteri maka gizi pada susu habis, susu yang baik hanya mengandung 500.000 bakteri per mili liternya," ungkap Berend.

3. Sapi Dimandikan Sebelum Diperah

Brord Sloot peternak asal Herwen, BelandaΒ  mengungkapkan kesalahan peternak lainnya yakni memandikan sapi sebelum diperah.

"Maksud hati agar tidak ada kontaminasi bau pada susu, namun justru dengan dibasahi risiko air masuk kedalam susu perahan tinggi. Ini yang menjadi kebiasaan peternak lokal di Indonesia sebelum merah sapinya dibasahin dulu," katanya.

4. Sapi Dimandikan Sebelum Diperah

Brord Sloot peternak asal Herwen, BelandaΒ  mengungkapkan kesalahan peternak lainnya yakni memandikan sapi sebelum diperah.

"Maksud hati agar tidak ada kontaminasi bau pada susu, namun justru dengan dibasahi risiko air masuk kedalam susu perahan tinggi. Ini yang menjadi kebiasaan peternak lokal di Indonesia sebelum merah sapinya dibasahin dulu," katanya.

5. Kuku Sapi Tidak Dipotong

Gerben mengatakan kuku sapi sangat mempengaruhi produktivitas susu.

"Kuku yang tidak dipotong membuat sapi tidak nyaman kadang merasa sakit, akibatnya produksi susu turun. Saat ini sangat jarang peternak memotong kuku sapi perahnya, padahal rutinnya kuku dipotong dua kali setahun, sapi sapi perah di Indonesia itu kuku sapinya seperti sepatu Aladin, panjang tidak dipotong," ungkapnya.

6. Salah Dalam Memerah dan Menggunakan Peralatan Tidak Bersih

Peternak asal Friesland, Belanda, Marten Dijkstra mengatakan peternak lokal kebanyakan salah dalam memerah susu.

"Peternak dalam memerah lebih menekankan pada keluarnya susu dengan cara ditarik-tarik, teknik yang salah membuat puting susu sapi infeksi dan mengundang bakteri yang berpotensi terikut dalam susu," ujarnya.

"Selain itu peternak sering menggunakan barang-barang yang tidak bersih, bekas kemarin yang terpakai tidak dibersihkan. Bahkan banyak yang memerah sambil merokok, ini menyebabkan kontaminasi aroma yang tidak sedap pada susu yang diperah," tutupnya.
Halaman 2 dari 7
(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads