Tips pertama dari Jokowi, harus punya impian seperti saat ia bermimpi bisa mengekspor mebelnya. "Kalau mau masuk ke dunia enterpreneur, harus punya mimpi, yang sebesar-besarnya," tegas Jokowi di hadapan ratusan Mahasiswa Undip, Sabtu (9/11/2013).
Tips kedua, segera memutuskan. Hal inilah yang paling butuh keberanian menurut Jokowi. Contohnya, jika seseorang hendak masuk ke danau, jangan terus berpikiran takut buaya, karena bisa saja yang ada di sana justru intan atau mutiara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu juga menurut Jokowi yang perlu diterapkan dalam proyek MRT yang sudah direncanakan 24 tahun dan monorel yang direncanakan 15 tahun karena berpikir yang terlalu lama, padahal sudah banyak ahli yang bisa menangani bidang itu.
"Mikir kalau kereta bawah tanah kena banjir, padahal itu sudah ada jago-jagonya. Untuk MRT dan monorel itu kita lebih dulu dari negara lain, tapi dalam hal rencananya," kata Jokowi.
"Terus saya lihat dokumen-dokumen, kemudian ke menteri-menteri, menteri dalam negeri, keuangan, PU, perhubungan. Saya datangi sendiri, kalau utusan enggak rampung-rampung. Nyatanya 5-6 bulan rampung dokumen. Kalau tidak begitu kapan transportasi massal terwujud?" tegasnya.
Tips berikutnya adalah melaksanakan dengan perhatian total dan tidak kenal menyerah. Karena menurut Jokowi, anak-anak muda saat ini ke depannya akan bersaing lebih ketat dengan negara lain dari segala bidang. Kemudian tips terakhir adalah dedikasi tinggi terhadap bisnis.
"Teman-teman saya yang tidak sukses itu pindah-pindah senangnya. Misal kerja listrik terus ada masalah, takut, ganti kayu, terus ganti kertas. Jangan gonta-ganti, dedikasi pada yang sudah diputukan," tandas mantan Wali Kota Solo itu.
Menurut Jokowi tips tersebut penting untuk penerus bangsa menghadapi Pasar Bebas ASEAN tahun 2015 mendatang agar bisa bertahan dari "gempuran" pedagang atau produk asing yang nantinya masuk ke Indonesia.
"Harus diingatkan ke depan itu era horisontal dan kompetisi. Sepandai apapun kita kalau tidak punya daya jual maka kita akan tergilas. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalau itu dibuka tanpa batas," papar Jokowi.
"Tapi jangan takut berkompetisi, anda semua punya potensi, harus punya keberanian bersaing," tegasnya.
(alg/ang)











































