Ide Besar Dahlan Iskan, Dari Tol Atas Laut Hingga Monorel

Ide Besar Dahlan Iskan, Dari Tol Atas Laut Hingga Monorel

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 11 Nov 2013 08:36 WIB
Ide Besar Dahlan Iskan, Dari Tol Atas Laut Hingga Monorel
Jakarta - Dahlan Iskan telah menduduki posisi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama dua tahun. Selama menjadi pimpinan tertinggi yang membawahi 140 perusahaan pelat merah, Dahlan banyak melakukan terobosan dan mendorong ide di internal Kementerian dan korporasi BUMN.

Dari pengamatan detikFinance ada beberapa ide besar yang dilahirkan pria kelahiran Magetan 17 Agustus 1951 ini. Mau tahu ide besar sang Menteri BUMN ini? Berikut hasil penelusuran, Senin (11/11/2013).

BUMN Bersih

Dahlan Iskan menggagas program bersih-bersih di internal korporasi BUMN. Program ini bernama BUMN bersih. Untuk melaksanakan bersih-bersih di BUMN ini, Kementerian BUMN menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Program BUMN bersih ini dibagi ke dalam 3 level yakni tingkat direksi dan komisaris, kepala divisi atau vice president, serta manajer. Program tahap I untuk level bersih-bersih BUMN yang ditutup pada tanggal 31 Oktober 2013 ini diikuti oleh 140 BUMN.

Menciptakan Grameen Bank Lokal

Dahlan Iskan sedang merancang skema penugasan kepada PT Permodalan Nasional Madani (Persero) untuk mengelola dan menyalurkan triliunan rupiah dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan atau Corporate Sosial Responsibility (CSR) dari 140 BUMN.

Langkah ini ditempuh, agar penyaluran dana dan pembinaan bisa tepat sasaran dan tidak membebani BUMN di luar bisnis utamanya. Nantinya BUMN besar seperti PT PGN Tbk, PT Pertamina (Persero) atau PT PLN (Persero), yang kurang memiliki kompetensi untuk mengelola program dan dana CSR akan dilakukan oleh PNM. Harapannya PNM yang fokus pembiayaan pada sektor UKM ini bisa berkembang menjadi Grameen Bank ala Bangladesh.

Buka 1 Juta Hektar Peternakan Sapi di Australia

Dahlan Iskan menugaskan 2 BUMN membuka lahan peternakan sapi di Australia. Langkah ini ditempuh untuk menciptakan swasembada daging dan menjaga pasokan daging sapi.

Salah satunya melalui PT Pupuk Indonesia Holding Company. Pupuk Indonesia saat ini sedang menjajaki akuisisi perusahaan peternakan sapi di Australia yang memiliki sekitar 1 juta hektar lahan peternakan.

Selain itu, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) juga bakal membuka lahan peternakan sapi namun dalam jumlah lebih kecil. Nantinya RNI juga bakal membuka jaringan peternakan sapi di Australia.

Jalan Tol Di Atas Laut Jakarta-Surabaya

Sukses di tol atas laut Bali, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengusulkan dan mendorong ide pembangunan jalan tol di atas laut Jakarta-Surabaya. Nantinya tol di atas laut pesisir utara Jawa ini bakal dikerjakan dan dibiayai secara keroyokan oleh 19 BUMN.

Saat ini, tol ini masuk tahap studi kelayakan atau feasibility study. Tol ini nantinya bakal dilengkapi jalur rel kereta cepat dan pipa gas. Tol ini dibangun untuk mengurai kepadatan jalur pantura.

Monorel Jabodetabek

Dahlan memfasilitasi perusahaan pelat merah mengatasi persoalan transportasi di Jabodetabek. Dahlan mendorong pembangunan monorel yang melayani rute Jabodetabek.

Monorel ini nantinya dibangun, dibiayai dan dikembangkan secara keroyokan oleh konsorsium BUMN. Konsorsium ini diketuai PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

Saat ini izin pembangunan monorel usulan konsorsium BUMN masih tertahan di Kementerian Koordinator Perekonomian.

Dorong BUMN Ekspansi ke Myanmar

Dahlan mendorong perusahaan pelat merah Indonesia melebarkan sayapnya ke luar negeri. Dahlan mendorong ekspansi BUMN ke Myanmar. Setidaknya ada 15 BUMN yang sedang dan telah menajajaki ekspansi usaha di Myanmar.

Seperti Wijaya Karya yang membangun pabrik beton, PLN yang membatu supervisi kelistrikan, Bukit Asam mencari tambang batubara hingga mendirikan pembangkit listrik. Pupuk Indonesia dan Pertamina juga ikut berpartisipasi melebarkan sayap bisnisnya di Myanmar.
Halaman 2 dari 7
(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads