"Selain kematian, pajak adalah yang tidak bisa dihindarkan," ungkap Menteri Keuangan Chatib Basri, kepada para pengusaha yang hadir dalam sosialisasi peraturan pemerintah No 46/2013 terkait pajak terhadap omzet tertentu di Novotel, Mangga Dua, Jakarta, Senin (11/11/2013).
Chatib mengatakan sering ada perseturuan antara para pengusaha dan pemerintah soal pajak. Pemerintah selalu berpikir pengusaha sembunyikan pajak. Sementara pengusaha selalu berfikir pemerintah menyengsarakan pengusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu dalam keputusan soal pajak, perlu ada kesepahaman antara pengusaha dan pemerintah. Agar tidak ada kecurigaan dari kedua belah pihak.
"Seringkali ada persepsi berbeda, baik dari pajak, maupun sebagai pengusaha. Kita akhirilah pikiran atau pandangan-pandangan aneh seperti itu. Kita tidak bisa membiarkan pengusaha berfikir kalau dia itu diperes terus. Kalau kita bisa bekerja sama," paparnya.
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengumpulkan para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) sosialisasi peraturan pemerintah No 46/2013 tentang pajak omset tertentu dan fasilitas pembayaran melalui ATM.
Chatib menuturkan alasan kenapa agenda sosialisasi dilakukan di kawasan Mangga dua, bukan di kantor pemerintahan, seperti kantor Ditjen Pajak Kementerian Keuangan.
"Kita memilih lokasi di sini itu ada alasannya, dibandingkan dengan kantor pak Fuad (Dirjen Pajak)," ungkap Chatib.
Untuk agenda yang diadakan di Novotel, menurut Chatib mencapai 1.000 orang. Jika diadakan di kantor Ditjen Pajak, Ia menilai jumlahnya juga tidak berkurang. Namun pengusaha yang hadir penuh dengan ketakutan.
"Mungkin bisa sama atau lebih banyak yang datang ke kantor Pak Fuad. Tapi datang dengan muka ketakutan. Kita ingin diadakan di sini agar teman-teman pengusaha bisa familiar dengan lokasinya," ujar Chatib.
Mantan Kepala BKPM ini mengapresiasi kehadiran para pelaku usaha terhadap agenda sosialisasi yang diselenggarakan. Ia mengakui pengusaha sangat sulit untuk mengahdiri acara, dibandingkan dirinya untuk datang.
"Lebih mudah saya datang kesini, dibandingkan para pelaku usaha yang meninggalakn dagangannya. Jadi saya sangat apresiasi," pungkasnya.
(mkj/dru)











































