Setidaknya ada beberapa pokok permasalahan yang dibahas oleh Hatta dengan para perusahaan AS tersebut, termasuk soal berbelit-belitnya perizinan di Indonesia.
"Hari ini kita tadi bertemu dengan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat, ini pertemuan reguler dengan delegasi AS ASEAN Business," kata Hatta Rajasa usai bertemu dengan delegasi AS ASEAN Business di Kantornya, Lapangan Banteng, Senin (11/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hatta menambahkan hasil pertemuan tersebut melahirkan pertemuan yang lebih fokus lagi dalam sebulan sekali untuk membahas lebih spesifik masalah yang dihadapi.
"Nantinya ada pertemuan sebulan sekali, membahas lebih spesifik, lebih fokus, sehingga menemukan jalan keluar dan rekomendasinya apa," ucap Hatta.
Hatta mencontohkan masalah di sektor minyak dan gas bumi, banyak sekali perizinan yang berbelit-belit sehingga merugikan tidak hanya bagi pihak investor saja tapi juga Indonesia.
"Seperti masalah di oil and gas, banyak sekali perizinan-perizinan yang berbelit-belit , sehingga menghambat investasi, mereka rugi kita juga rugi karena minyak dan gas nya nggak keluar-keluar," ungkap Hatta.
Ia mengatakan topik lainnya yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain membahas bagaimana para perusahaan AS ini bisa mendukung program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Pembahasan lainnya melanjutkan pertemuan APEC di Bali kemarin, mereka kan ikut terlibat juga, support apa yang dibutuhkan dan lainnya, topik ke 4 yakni bagaimana upaya meningkatkan partisipasi lokal, kita juga akan melakukan relokasi industri, bagaimana dukungan mereka," tutup Hatta.
(rrd/hen)











































