BUMN Ini Bakal Garap 4 Ruas Tol Trans Sumatera

BUMN Ini Bakal Garap 4 Ruas Tol Trans Sumatera

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 13 Nov 2013 18:30 WIB
BUMN Ini Bakal Garap 4 Ruas Tol Trans Sumatera
Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) telah mempersiapkan pembangunan tol trans Sumatera. Persiapan pengembangan telah mencapai 80% untuk 4 ruas tol.

Persiapan tetap dilakukan sambil menunggu keluarnya Perpres penugasan kepada Hutama Karya.

"Jadi mungkin sudah mendengar kita menunggu Perpres. Saya mendengar dari pak Menko kalau sudah diajukan draftnya. Kalau bisa ditandatangani atau diterbitkan dari sisi badan usaha, dari 4 ruas itu 80%, kita sudah siap," ucap Direktur Pengembangan Hutama Karya Budi Rachmat Kurniawan, Rabu (13/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diakuinya 4 ruas saat ini dalam tahap pembebasan lahan. Ruas yang dikerjakan untuk tahap I ini adalah Medan-Binjai, Palembang-Indralaya, Pekanbaru-Dumai dan Bakaheuni-Terbanggi Besar.

"Misal kami liat trigger dari land acquisition bahwa SP2LP Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya sudah ditandatangani Gubernur. Pembebesan tanah sudah bekerja di sana. Bakaheuni itu trasenya sudah selesai di Binamarga. Riau sudah lebih dulu dan sudah keluar surat untuk pembebasan lahannya," jelasnya.

Diharapkan Perpres penugasan bisa keluar pada bulan November tahun ini. Nantinya Hutama Karya setelah Perpres terbit, bakal melanjutkan pada proses tender pengembangan 4 ruas.

"Kami mengharap sekali itu bisa diterapkan dalam segera. Kalau bisa November ini. Kalau dimulai tahun ini. Kita lakukan persiapan. Kita sudah bisa melaksanakan di tahun depan," sebutnya.

Pembangunan tahap I ini terdiri dari 4 ruas tol yang membentang sepanjang 436 km dan menelan investasi Rp 32 triliun. Saat mengerjakan proyek ini, Hutama Karya akan menjadi perusahaan jasa pengembangan dan pengelola jalan tol.

Selain itu Hutama Karya akan dibantu suntikan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 7,1 triliun untuk tahun anggaran 2013 dan 2014. Dana ini akan dijadikan modal kerja untuk diinvestasikan.

"PMN itu penguatan struktur modal jadi diinvestasikan di jalan tol. Jadi itu investasi kembali dalam bentuk depresiasi. Jadi jangan dibayangkan dana itu dipakai untuk membangun. Bukan APBN sebagai ekuitas itu kembali. Itu bukan sunk cost," sebutnya.

Ia menegaskan secara investasi dan bisnis ruas tol Trans Sumatera dinilai kurang menarik bagi investor. Namun ketika ini dibangun, perekonomian di sekitar tol akan hidup.

(hen/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads