Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengharapkan proyek ini harus selesai tepat waktu karena Pelabuhan Tanjung Priok dinilai sudah semakin padat, dan menjadi perhatian dunia.
"Saya berharap konsorsium bisa melakukan yang terbaik, dan bisa dikerjakan lebih cepat. Akses ini menjadi perhatian dunia karena kemacetannya. Diharapkan ada solusi," katanya saat acara penandatanganan kontrak proyek NS Direct Akses Tol Tanjung Priok di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin (18/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penandatangan kontrak dilakukan oleh perusahaan Jepang Tobishima yang diwakili oleh Tetsuya Ogushi dan Wijaya Konstruksi yang diwakili oleh Made Pasek dengan Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan Tanjung Priok, Bambang Nurhadi. Proyek ini akan dikerjakan selama 18 bulan dengan nilai kontrak Rp 280 miliar(termasuk PPN).
"Diharapkan selesai pada Juni 2015," kata Bambang Nurhadi.
Bambang mengatakan, saat ini ada beberapa bidang lahan yang masih harus dibebaskan yang totalnya mencapai 300 meter persegi dari 4000 meter persegi lahan yang dibutuhkan. Permasalahnnya adalah sengketa lahan. Ia mengatakan, diperkirakan butuh waktu 3-4 bulan untuk merampungkan proses pembebasan lahan tersebut.
"Mau kita lakukan konsinyasi dengan pengadilan. Itu mungkin butuh waktu 3-4 bulan, tidak akan menganggu pekerjaan," katanya.
Paket NS Direct merupakan salah satu dari lima paket pekerjaan Akses Tanjung Priok dengan eksisting panjang 1,1 Km. Keempat paket lainnya adalah E-1 Rorotan-Cilincing (3,4 Km), E-2 Cilincing-Jampea (2,74 Km), E-2A Cilincing-Simpang Jampea (1,92 Km) dan NS Yos Sudarso-Simpang Jampea (2,24 Km).
Β
Nilai Paket ini sekitar Rp 280 miliar (termasuk PPN). Paket ini nantinya terhubung dengan jaringan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) di sebelah utara kota Jakarta yang menghubungkan Akses Tol Tanjung Priok dengan Tol Cawang-Tanjung Priok dan Tol Pelabuhan. Pekerjaan pada paket NS Direct ini meliputi juga perbaikan jalan eksistingnya dan pembuatan jalur pengalihin lalu lintas permanen.
(zlf/hen)











































