Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Nov 2013 15:29 WIB

Lindungi Hutan Indonesia

Kayu Dari Hutan Kalimantan Dikenal Kuat dan Tahan Lama

- detikFinance
Berau - Kualitas kayu yang dihasilkan dari Pulau Kalimantan ternyata tak kalah kuat bila dibandingkan kayu jati yang dihasilkan dari hutan Pulau Jawa dan Sumatera. Bahkan kualitas kayu hutan Kalimantan dikenal kuat dan tahan lama.

Produksi kayu di Pulau Kalimantan didominasi oleh kayu jenis meranti. Kayu meranti di Pulau Kalimantan umumnya terbagi menjadi dua yaitu meranti merah (MM) dan meranti kuning (MK). Tidak hanya meranti, Hutan Kalimantan juga menghasilkan kayu yang sangat kuat dan keras seperti beton yang dikenal dengan nama kayu bengkirang (BKR). Lalu ada jenis kayu lain yaitu kayu kapur dan kruwing.

"Kebutuhan pasar saat ini berbeda ada jenis kayu tanggelam yang sangat kuat seperti kayu bangkirai. Bangkirai itu lebih kuat dibandingkan meranti. Ada juga kayu sengon dan kapur," ungkap Head of Forestry sub Division PT Sumalindo Lestari Jaya IV Uun Raudhotul Jannah kepada detikFinance saat mengunjungi areal konsesi Hutan Berau dalam media trip WWF-Indonesia baru-baru ini seperti dikutip, Senin (18/11/2013).

Harganya pun sangat bervariasi. Khusus kayu meranti, harga kayu jenis batangan (log) dihargai rata-rata Rp 1,2 juta/meter kubik. Sedangkan untuk kayu bangkirai jauh lebih mahal dengan kisaran harga Rp 1,7 juta/meter kubik.

"Harganya lumayan lebih. Khusus bangkirai rate harganya Rp 1,7 juta/kubik, komoditi ini agak sulit. Meranti hanya Rp 1,2 juta/kubik. Total produksi bangkirai di PT SLJ IV adalah 1.000 hingga 2.000 meter kubik/tahun dari total produksi perusahaan kami sebanyak 17.000 sampai 18.000 meter kubik/tahun," tambahnya.

Permintaan kayu bangkirai pernah melonjak di tahun 2006 hingga 2007. Tetapi karena sulit didapatnya kayu ini, PT SLJ IV tak berani untuk memberikan waiting list kepada mitra bisnis. Lebih detil total produksi PT SLJ IV untuk kayu meranti per tahun sebesar 60%. Sedangkan 10% untuk kayu bangkirai, 10% kayu kapur, 10% kayu kruwing dan 10% kayu campuran.

"Target Rencana Kerja Tahunan (RKT) nya pun yang disahkan itu pohon bangkirai ini tidak terlalu banyak. Bangkirai untuk keperluan bangunan seperti pintu dan jendela. Jati lebih bagus tetapi tidak ada di Kalimantan. Permintaan bangkirai mulai melonjak sejak tahun 2006-2007. Bangkirai ini agak sulit didapatkan," katanya.



(wij/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed