Setidaknya ada 4 hasil yang didapatkan dari pertemuan tersebut.
"Jadi saya baru selesai melakukan rapat direksi dengan jajaran AP II (Angkasa Pura II) dan Airnav (Perum Navigasi) untuk membahas keadaan terkini Bandara Soekarno Hatta. Belakangan antrean panjang (pesawat) menunggu di runway," ucap Dahlan dalam sambungan telepon kepada wartawan, Senin (18/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mengurangi penerbangan masuk ke Jakarta. Pengurangan itu dialihkan ke Halim mulai Januari. Sehingga dengan Halim bisa beroperasi awal Januari. Di AP II kira-kira sekitar 60-80 penerbangan bisa dipindah ke Halim per hari bisa," jelasnya.
Setelah jumlah penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta dikurangi, slot penerbangan di Soekarno-Hatta tidak diizinkan ditambah oleh armada atau rute baru.
Hasil kedua adalah meningkatkan jam operasional bandara komersial yang dikelola Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II hingga 24 jam.
"Kedua, bandara-bandara di luar Jakarta dibuka 24 jam. Sebetulnya intruksi dibuka 24 jam sudah ada dan penerbangan sudah dibuka tapi tidak maksimal sehingga tidak dimanfaatkan," terangnya.
Kesimpulan selanjutnya atau hasil ketiga, meningkatkan frekuensi pesawat lepas landas dan mendarat pada landasan Bandara Soekarno-Hatta. Ini bisa dilakukan dengan cara investasi peralatan navigasi oleh Perum Navigasi.
"Sekitar bulan Juli tahun depan, beberapa peralatan sudah dipasang untuk menambah dan mengatur pesawat agar lebih baik. Kalau sekarang, satu jam di Cengkareng bisa 64 pesawat. Mulai 1 Juli 2014, dari 64 pesawat menjadi 72 pesawat (per jam)," kata Dahlan.
Untuk mengurai penumpukan kendaraan di Bandara Soekarno-Hatta. Angkasa Pura II selaku pengelola, juga bakal mengebut penyelesaian lahan parkir.
"Kemudian mengenai parkir mobil-mobil sekarang sudah dibangun. Parkir yang bermalam awal tahun depan sudah jadi," ujarnya.
(hen/dnl)










































