Dampak Erupsi Sinabung, Harga Cabai Merah di Aceh Melonjak

Dampak Erupsi Sinabung, Harga Cabai Merah di Aceh Melonjak

Agus Setyadi - detikFinance
Rabu, 20 Nov 2013 14:30 WIB
Dampak Erupsi Sinabung, Harga Cabai Merah di Aceh Melonjak
Foto: dok.detikFinance
Banda Aceh - Harga cabai merah di Banda Aceh mengalami kenaikan hingga 100% per kilogram (kg) sejak sebulan terakhir. Kenaikan ini disebabkan kurangnya pasokan dari Medan akibat erupsi Gunung Sinabung.

Sejak sebulan terakhir, harga cabai merah di Banda Aceh naik dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 55.000/kg. Kenaikan ini diperkirakan akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Sementara harga cabai hijau dan cabai rawit masih stabil.

Selain cabai, harga sejumlah komoditi lainnya yang dipasok dari Medan juga mengalami kenaikan harga seperti bunga kol naik menjadi Rp 14.000, dari harga sebelumnya yang hanya Rp 10.000. Selain itu, harga tomat juga mengalami kenaikan dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000 hingga Rp 8.000/kg. Wortel naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 8.000/kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang paling tinggi naik yaitu capai yang hampir mencapai 100 persen," kata salah seorang pedagang di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Mesi Asbula, Rabu (20/11/2013).

Naiknya harga sayur ini diduga terkait dengan kondisi Tanah Karo yang terimbas erupsi Gunung Sinabung. "Rata-rata sayur yang dipasok ke Aceh itu dari Medan," jelas Mesi.

Akibat dari kenaikan itu, omset para pedagang sayur di Banda Aceh mulai berkurang. Hal itu disebabkan karena pembeli mulai mengurangi jumlah pembeliannya.

Sementara salah seorang pedagang sayur lainnya, Elizabet, mengatakan, harga sayur di Banda Aceh diperkirakan akan terus meroket jika pasokan dari Sumatera Utara belum stabil. "Cuma cabai yang paling tinggi naik harganya. Sedangkan sayur lainnya hanya naik antara 30 persen hingga 40 persen," ungkap Elizabet.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads