Ini Solusi untuk Kurangi Kepadatan Bandara Soekarno Hatta

Ini Solusi untuk Kurangi Kepadatan Bandara Soekarno Hatta

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 20 Nov 2013 15:10 WIB
Ini Solusi untuk Kurangi Kepadatan Bandara Soekarno Hatta
Jakarta - Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng saat ini menjadi bandara tersibuk di Indonesia. Tingginya lalu lintas penerbangan belum diikuti oleh manajemen lalu lintas udara dan infrastruktur bandara yang memadai.

Kondisi diperparah dengan menumpuknya penumpang dan armada saat waktu puncak atau prime time, yakni maskapai berlomba-lomba terbang dari dan ke Bandara Soetta.

Untuk mengurai kepadatan Bandara Soetta ini, setidaknya ada berbagai usulan solusi jangka pendek hingga panjang. Berikut ini solusi untuk mengurai kepadatan Bandara Soetta seperti dirangkum detikFinance, Rabu (20/11/2013).

1. Memanfaatkan Bandara Halim Perdanakusuma

Mulai awal Januari 2014, Bandara Halim di Jakarta Timur bakal mendukung operasional Bandara Soetta. Setidaknya 80 penerbangan komersial berjadwal bakal dialihkan ke Bandara Halim.

Pemanfaatan Bandara Halim ini telah diujicobakan saat pelaksanaan tahun haji 2013 dan terbukti berhasil. Untuk mendukung Bandara Halim, Angkasa Pura II selaku operator bandara tengah melakukan peningkatan kapasitas infrastruktur seperti terminal, parkir hingga ruang tunggu penumpang di bandara.

2. Meningkatkan Frekuensi Pesawat Take Off dan Landing

Perum Navigasi bakal melengkapi peralatan canggih pada sistem navigasinya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan frekuensi pesawat yang take off dan landing pada 2 runway yang ada di Bandara Soetta. Mulai 1 Juli 2014, frekuensi pesawat take off dan landing bisa ditingkatkan dari 64 ke 72 pesawat per jam.

3. Membuka Penerbangan Larut Malam

Kementerian Perhubungan telah mendorong maskapai untuk membuka jam penerbangan hingga larut malam dari atau ke Bandara Soetta. Maskapai diminta untuk mengisi slot penerbangan malam dari pukul 00.00 wib hingga 04.00 wib. Solusi ini dinilai efektif untuk melayani penerbangan jarak menengah seperti Jakarta-Jayapura. Namun syaratnya bandara di luar Jakarta harus siap beroperasi hingga larut malam juga.

4. Membuka Bandara di Luar Jakarta Hingga 24 Jam

Menteri BUMN Dahlan Iskan menugaskan kepada operator bandara pelat merah yakni Angkasa Pura I dan II untuk mengoperasikan bandara di luar Jakarta hingga larut malam. Termasuk juga fasilitas pendukung di bandara seperti transportasi penghubung penumpang dari atau ke bandara.

5. Mengganti Armada Dengan Pesawat Berbadan lebar

Untuk mengurai kepadatan Bandara Soetta saat jam sibuk. Maskapai diminta mengganti armada pesawat dari berbadan kecil tipe Boeing 737 atau Airbus 320 ke tipe pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 atau Airbus 330.

Pengoperasian pesawat berbadan besar ini ditekankan untuk melayani rute gemuk seperti Jakarta-Surabaya, Jakarta-Makassar, Jakarta-Medan. Sehingga frekuensi bisa dikurangi untuk rute gemuk. Namun penggunaan pesawat berbadan lebar dinilai tidak efisien dan membutuhkan waktu panjang untuk proses pengadaan armada.

6. Menambah Landasan Baru

Solusi jangka panjang, Angkasa Pura II selaku operator Bandara Soetta diminta mempercepat pembangunan runway atau landasan ke-3. Namun pembangunan runway baru ini menghadapi kendala terkait pembebasan lahan dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Halaman 2 dari 7
(hen/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads