1. Biji gandum dan Meslin
|
|
Impor dari negeri Kangguru tersebut berlangsung secara terus menerus. Terlihat pada bulan sebelumnya (Agustus) volume impor mencapai 251 ribu ton atau US$ 87,02 juta. Kemudian Juli 442 ribu ton atau US$ 160,7 juta.
2. Gula
|
|
Selain itu, Australia juga memasok gula tebu ke dalam negeri. Dilaporkan impor pada September 2013 sebesar 79 ribu ton atau US$ 39 juta. Secara komulatif, impor sebesar 398 ribu ton atau US$ 209,8 juta.
3. Garam
|
|
Impor garam dari Australia terhitung cukup besar jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya, seperti India, Selandia Baru dan Jerman serta Denmark. Di mana merupakan negara teratas yang memasok garam ke tanah air.
Pada bulan Juni sebelumnya, impor garam tercatat 158 ribu ton atau US$ 7,4 juta, Juli sebesar 186 ribu ton atau US$ 8,6 juta dan Agustus 82 ribu ton atau US$ 3,5 juta.
4. Mentega
|
|
Australia masuk dalam daftar negara yang memasok garam ke Indonesia terbesar. Bersama Selandia Baru, Belgia, Perancis dan Belanda.
Jika melihat ke beberapa bulan sebelumnya, Australia memang cukup rutin memasok mentega. Juni 2013, impor tercatat 136 ton atau US$ 576 ribu. Juli sebesar 196 ton atau US$ 848 ribu dan Agustus 339 ton atau US$ 1,6 juta.
5. Susu
|
|
Impor yang dilakukan tampak cukup rutin setiap bulannya. Seperti pada bulan Juli, impor tercatat 1554 ton atau US$ 6,7 juta. Kemudian Agustus 1811 ton atau US$ 8,4 juta.
6. Kentang
|
|
Pada juni lalu, impor kentang adalah 1653 ton atau US$ 1,1 juta. Kemudian Juli 520 ton atau US$ 528 ribu dan Agustus 1413 ton atau US$ 914 ribu.
Halaman 2 dari 7











































