Kepala Seksi Penataan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Rosita mencoba menjelaskannya seperti yang disampaikannya kepada detikFinance, dalam Workshop Commuter/Urban Railway Signaling Technology, Hotel Grand Melia, Kamis (21/11/2013).
1. Macet di Manggarai
|
|
"Antrean utama itu ada di Stasiun Manggarai, semua kereta baik KRL atau kereta api ada dis ana, saat-saat peak antreannya bisa panjang, kereta dari Bekasi-Manggarai, kereta dari Bogor masuk ke Manggarai dan lainnya," kata Rosita.
2. Akibat Petir dan Banjir
|
|
"Bahkan beberapa penelitian menyebutkan petir di daerah Bogor itu paling besar dan intensitasnya juga sering, jadi kadang dalam perjalanan tiba-tiba kereta berhenti, ini karena gardu listrik yang mensuplai listrik tersambar petir. Antisipasi kami dengan membangun gardu listrik ganda, sehingga jika gardu satunya mati tersambar petir ada gardu lainnya yang masih mensuplai listrik, ya apalagi sekarang ini musim hujan, makin banyak petirnya," ujarnya.
Rosita juga menambahkan bahkan beberapa kejadian disaat musim hujan, dampak banjir menggenangi rel KRL sehingga tidak bisa dilewati KRL.
3. Kabel Sinyal Dicuri
|
|
"Pencurian kabel sinyal makin marak, seberapa dalam pun kabel digali pencurinya bisa mengambil, kalau kabel sinyal terganggu jelas perjalanan kereta pasti terganggu, karena sinyal itu otaknya kereta. Antisipasi kita saat ini menanam lebih dalam kabel-kabel sinyal ini, kedua kita secara bertahap menganti kabel sinyal yang terbuat dari tembaga ini menjadi kabel optik yang tentunya tidak menarik bagi pencuri," ungkapnya.
4. Banyak Perlintasan Sebidang
|
|
"Jumlahnya ribuan, itu belum lagi yang ilegal, yang tidak ada petugasnya dan lain-lain, beberapa kasus terjadi tabrakan dengan kereta, tentu hal ini berakibat perjalanan kereta terhambat, satu saja kereta yang terhambat perjalanannya pasti akan menghambat jadwal kereta yang lain," ucapnya.
5. Jarak Antar Kereta Masih Jauh
|
|
"Headway-nya (jarak antar kereta) masih terlalu jauh yakni 8 menit. Kita akan memangkasnya menjadi hanya 5 menit, sehingga penumpang hanya menunggu kereta datang di stasiun hanya 5 menit saja. Upaya yang kami lakukan adalah menambah kehandalan sinyal seperti peremajaan peralatan sinyal kereta, dan pergantian beberapa alat yang dapat menunjang optimalisasi sistem sinyal kereta," tutupnya.
Halaman 2 dari 6











































