Ini 5 Penyebab KRL Jabodetabek Telat

Ini 5 Penyebab KRL Jabodetabek Telat

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 21 Nov 2013 14:55 WIB
Ini 5 Penyebab KRL Jabodetabek Telat
Jakarta - Masyarakat di Jabodetabek tidak asing dengan kereta listrik (KRL) atau commuter line, namun transportasi massal ini kadang mengalami keterlambatan. Menurut pihak kementerian perhubungan (Kemenhub) setidaknya ada 5 penyebab KRL telat datang.

Kepala Seksi Penataan Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Kemenhub Rosita mencoba menjelaskannya seperti yang disampaikannya kepada detikFinance, dalam Workshop Commuter/Urban Railway Signaling Technology, Hotel Grand Melia, Kamis (21/11/2013).

1. Macet di Manggarai

Banyaknya pertemuan kereta di Stasiun Manggarai membuat antrean kereta yang masuk harus antre lama. Sehingga berantai kepada kedatangan kereta yang telat untuk stasiun berikutnya.

"Antrean utama itu ada di Stasiun Manggarai, semua kereta baik KRL atau kereta api ada dis ana, saat-saat peak antreannya bisa panjang, kereta dari Bekasi-Manggarai, kereta dari Bogor masuk ke Manggarai dan lainnya," kata Rosita.

2. Akibat Petir dan Banjir

Kondisi hujan dan daerah Jabodetabek yang dibarengi petir membuat banyak gardu listrik yang memasok listrik untuk KRL Jabodetabek tersambar. Dampaknya, aliran listrik untuk KRL terputus untuk KRL karena ada kerusakan gardu.

"Bahkan beberapa penelitian menyebutkan petir di daerah Bogor itu paling besar dan intensitasnya juga sering, jadi kadang dalam perjalanan tiba-tiba kereta berhenti, ini karena gardu listrik yang mensuplai listrik tersambar petir. Antisipasi kami dengan membangun gardu listrik ganda, sehingga jika gardu satunya mati tersambar petir ada gardu lainnya yang masih mensuplai listrik, ya apalagi sekarang ini musim hujan, makin banyak petirnya," ujarnya.

Rosita juga menambahkan bahkan beberapa kejadian disaat musim hujan, dampak banjir menggenangi rel KRL sehingga tidak bisa dilewati KRL.

3. Kabel Sinyal Dicuri

Dalam banyak kasus, ada kabel sinyal yang terbuat dari tembaga ini menjadi incaran para pencuri karena nilai dari tembaga yang cukup mahal. Para tangan jahil ini tak peduli dengan dampak kelakuan mereka mencuri kabel sinyal KRL.

"Pencurian kabel sinyal makin marak, seberapa dalam pun kabel digali pencurinya bisa mengambil, kalau kabel sinyal terganggu jelas perjalanan kereta pasti terganggu, karena sinyal itu otaknya kereta. Antisipasi kita saat ini menanam lebih dalam kabel-kabel sinyal ini, kedua kita secara bertahap menganti kabel sinyal yang terbuat dari tembaga ini menjadi kabel optik yang tentunya tidak menarik bagi pencuri," ungkapnya.

4. Banyak Perlintasan Sebidang

Rosita mengungkapkan banyaknya pintu perlintasan sebidang KRL di Jabodetabek dari resmi hingga tak resmi membuat sedikit banyak menghambat laju kereta. Perlintasan ini juga membuat intensitas kedatangan kereta di stasiun tak bisa dalam waktu singkat karena apabila dipaksakan maka lalu lintas di jalan umum tak bisa bergerak karena selalu tertutup pintu lintasan kereta.

"Jumlahnya ribuan, itu belum lagi yang ilegal, yang tidak ada petugasnya dan lain-lain, beberapa kasus terjadi tabrakan dengan kereta, tentu hal ini berakibat perjalanan kereta terhambat, satu saja kereta yang terhambat perjalanannya pasti akan menghambat jadwal kereta yang lain," ucapnya.

5. Jarak Antar Kereta Masih Jauh

Sampai saat ini jarak antara kereta yang satu dengan yang lainnya rata-rata masih terlalu jauh yakni 8 menit. Seharusnya bisa dipercepat di bawah 8 menit, namun lagi-lagi banyaknya pintu perlintasan sebidang di Jabodetabek tak memungkinkan mempercepat waktu tunggu KRL di stasiun.

"Headway-nya (jarak antar kereta) masih terlalu jauh yakni 8 menit. Kita akan memangkasnya menjadi hanya 5 menit, sehingga penumpang hanya menunggu kereta datang di stasiun hanya 5 menit saja. Upaya yang kami lakukan adalah menambah kehandalan sinyal seperti peremajaan peralatan sinyal kereta, dan pergantian beberapa alat yang dapat menunjang optimalisasi sistem sinyal kereta," tutupnya.

Halaman 2 dari 6
(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads