Laily Prihatiningtyas mengaku tak menyangka bakal dipilih Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) untuk menjadi Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.
Bagi wanita kelahiran Desember 1985 ini, posisi dirut BUMN sama sekali tak pernah terpikir di benaknya. "Saya nggak menyangka sekali. Tapi kalau namanya ditunjuk sih saya siap," ucap wanita yang akrab disapa Tyas kepada detikFinance, Kamis (21/11/2013).
Saat ditanya rencana ke depan. Tyas belum mau berkomentar banyak. "Saya belum bisa berkomentar banyak untuk saat ini," jelasnya.
Β
Tyas ditunjuk menggantikan posisi Ricky Siahaan. Menteri BUMN Dahlan Iskan sebelumnya beralasan Laily yang lulusan S2 Belanda ini memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menjadi seorang dirut di BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini Tyas merupakan PNS di Kementerian BUMN. Tyas pernah menempuh pendidikan di STAN dan S1 di Universitas Indonesia. Sementara itu Sekretaris Kementerian BUMN Imam A. Putro menjelaskan proses penetapan Laily menjadi bos baru PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko akan disiapkan, termasuk mekanisme fit and proper test.
"Sedang disiapkan semuanya," kata Imam singkat.
(hen/dnl)











































