Saat Dahlan mengajukan jajaran Deputi berusia muda, Boediono yang menjabat Ketua Tim Penilai Akhir (TPA) mempertanyakan calon pejabat muda di lingkungan Kementerian BUMN.
"Ketika saya mengajukan nama-nama deputi kemudian disidangkan di TPA. Itu ada pertanyaan dari wapres. Ini kok masih muda sekali. Waktu itu saya bilang di swasta ini sudah terlalu tua. Jawaban saya begitu. Terus yang tua-tua kemana?," ucap Dahlan saat berbincang dengan detikFinance di Kementerian BUMN Jakarta, Jumat (22/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu lulus semua. Bukan hanya wapres, beberapa menteri juga menanyakan. Itu menteri terkait TPA. Apa ini nggak terlalu muda? Saya jawab lagi. Nggak pak. Di Swasta lebih muda dari ini," jelasnya.
Akhirnya tim TPA menyetujui petinggi muda BUMN seperti Deputi Bidang Usaha Industri Primer BUMN Muhamad Zamkhani, Deputi Bidang Usaha BUMN Jasa Gatot Trihargo, Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur BUMN Dwijanti Tjahjaningsih, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro.
"Saya percaya hanya yang muda-muda yang bisa bikin kemajuan. Setelah itu lulus semua. Sekarang tinggal 1 deputi BUMN yang sudah tua. Sisanya semuanya muda-muda," sebutnya.
Hal senada kemudian diterapkan di korporasi BUMN. Diakui Dahlan, generasi muda memiliki stamina lebih dan pemikirannya terbuka terhadap hal baru. Hal ini diperlukan untuk memajukan BUMN.
"Yang di korporasi diperlukan yang lebih muda lagi. Karena untuk maju kan perlu stamina yang besar dan pikiran yang terbuka. Anak muda biasanya lebih akrab dengan teknologi, anak muda lebih akrab dengan internet," sebutnya.
(hen/hen)











































