"Siapapun yang nanti akan memimpin negeri ini, tugasnya akan lebih menantang," ungkap Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam Seminar DBS Asian Insight di Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Senin (25/11/2013)
Tantangan pertama menurut Perry adalah kesiapan untuk menghadapi perubahan landscape perekonomian global. Penarikan stimulus oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed diperkirakan akan berlangsung pada tahun depan. Sehingga kemudian banyak negara berkembang, seperti Indonesia juga akan melakukan perubahan fundamental ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua adalah perbaikan ekonomi secara struktural. Menurut Perry, kondisi seperti yang terlihat sekarang pada defisit transaksi berjalan/current account deficit (CAD). Ini pun yang menjadi alasan laju pertumbuhan ekonomi yang selama ini cepat, menjadi terhambat.
"Dalam negeri masih merasakan kelemahan stuktural yang membatasi laju ekonomi kita," sebutnya.
Ketiga adalah bagaimana memastikan kemajuan ekonomi yang terkait dengan kesejahteraan rakyat. Ada beberapa hal prioritas yang harus dilakukan untuk memahami kondisi struktural, penawaran dan kebutuhan serta urgency.
"Kemajuan ekonomi akan sangat tergantung, memahami permasalahan struktural, suply dan urgency," terangnya.
(mkj/dru)










































