Desember, Pertamina akan Naikkan Harga LPG
Selasa, 23 Nov 2004 01:26 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) dalam waktu dekat akan menaikkan kembali harga jual liquified petroleum gas (LPG) seiring dengan kenaikan harga minyak dunia. Namun, Pertamina belum dapat memastikan berapa besaran kenaikan tersebut karena masih dalam penghitungan.Demikian diungkapkan General Manager Gas Domestik PT Pertamina Ahmad Faisal di Jakarta, Senin (22/11/2004). "Yang penting kami tidak ingin kenaikannya memberatkan konsumen. Namun kenaikan LPG memang akan dilakukan secara bertahap. Kemungkinan tahap pertama akan dilakukan pada Desember, sedangkan tahap kedua pada awal tahun depan," ujarnya.Faisal mengaku Pertamina masih akan mengalami kerugian dengan kenaikan tahap pertama tersebut. Pada tingkat harga sekarang, ujarnya, Pertamina menanggung kerugian sebesar rata-rata Rp 820 per kilogram dengan volume konsumsi 1,5 juta ton per tahun. "Kondisi harga jual LPG Indonesia saat ini masih terhitung rendah jika dibanding dengan negara-negara lain, seperti Malaysia, Vietnam, Filipina atau Pakistan," katanya. Di Filipina, lanjut Faisal, harga LPG-nya sudah Rp 5.773 per kilogram, di Vietnam Rp 5.000 per kilogram, bahkan di Pakistan dijual Rp 6.141 per kilogram. Faisal menambahkan, kenaikan harga LPG diharapkan dapat mempercepat masuknya investor baru sehingga lebih menggairahkan iklim kompetisi di dalam negeri."Mandeknya investasi LPG di luar Pertamina diakibatkan oleh rendahnya harga jual di dalam negeri," tukasnya. Ia menambahkan, potensi pasar LPG di Indonesia cukup menjanjikan karena adanya kecenderungan konsumsi yang terus meningkat. Konsumsi LPG telah mengalami peningkatan dari 83.000 metrik ton per bulan pada 2003 menjadi 100.000 metrik ton pada 2004. Meski mengalami kenaikan, angka konsumsi per kapita penduduk masih jauh lebih rendah dibanding negara tetangga. Malaysia mengkonsumsi LPG 5 persen dari jumlah penduduk, Thailand yang kondisi ekonominya relatif sama dengan Indonesia saat ini telah mengkonsumsi 2 persen dari jumlah penduduk. Konsumsi LPG di Indonesia saat ini baru sekitar 0.5 persen dari jumlah penduduk. Penggunaan LPG terbesar masih di dominasi oleh sektor rumah tangga 69%, sektor komersial, hotel dan restauran 13%, dan industri 18%.
(rif/)











































