Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan WTO akan menjadi titik temu kepentingan antara negara maju dan berkembang. Isu pertanian terutama tentang paket G33 yang dipelopori oleh India akan diperjuangkan selain tentunya isu fasilitas perdagangan.
Terkait perundingan soal subsidi pertanian, negara-negara berkembang mensuarakan agar besaran subsidi pertanian bisa ditambah atau mendapatkan porsi yang lebih besar dari total produksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berkomitmen untuk tetap memperjuangkan subsidi pertanian dalam pertemuan WTO di Bali nanti. Isu ini penting untuk mengedepankan semangat maju bersama antara negara maju, berkembang dan negara-negara miskin termasuk Indonesia.
"Bukan ada pembatalan tapi akan dibawa ke Bali untuk dinegosiasikan," katanya.
Seperti diketahui saat ini negara maju dibatasi maksimal subsidi pertaniannya 5% dari total produksi, sementara negara berkembang hanya 10%.
Masalahnya dalam perjanjian pertanian yang berlaku saat ini, basis atau referensi harga yang digunakan untuk menghitung 5% atau 10% itu adalah harga rata-rata selama 3 tahun pada periode 1986-1988. Bagi Indonesia hal ini tidak realistis karena sudah ada kenaikan harga-harga, inflasi dan lain-lain.Β
(wij/hen)











































