Perbaikan dan pengembangan bandar udara, kata Juniman, sangat penting. Dia bilang setidaknya ada tiga masalah yang akan timbul jika masalah di bandara tidak segera dibenahi. Pertama, terganggunya sektor pariwisata yang mengancam berkurangnya devisa negara.
Kedua, dikhawatirkan memicu tingginya angka kecelakaan pesawat. Jika ini terjadi, maka Indonesia bisa mendapat peringatan keras dari dunia penerbangan internasional dan tentu memperburuk citra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Juniman perluasan atau pembangunan bandara baru sudah tidak bisa ditawar lagi. “Dalam MP3EI (Masterplan Perluasan dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia) sudah ada rencana untuk itu, misalnya pembangunan bandara Kertajati. Tinggal kita lihat saja bagaimana perkembangannya,” ucapnya.
Ryan Kiryanto, Kepala Ekonom BNI, mengatakan pembangunan bandara memiliki tiga dampak positif. Pertama, infrastruktur akan mendorong perekonomian dan merangsang masuknya investasi. Kedua, infrastruktur juga akan meningkatkan daya saing karena memperbaiki efisiensi. Ketiga, infrastruktur juga mendorong berbagai kegiatan ekonomi seperti perumahan, perkantoran, dan kawasan industri.
“Multiplier effect-nya adalah penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan,” ujar Ryan. Namun, dampak dari pembangunan infrastruktur tidak bisa dirasakan instan. “Efeknya pelan-pelan, tapi ekonomi kita jadi stabil dan tambah kuat.”
Pemerintah, lanjut Ryan, juga diuntungkan dengan berbagai pembangunan infrastruktur. Dengan peningkatan volume usaha karena dukungan infrastruktur yang memadai, laba sektor swasta akan semakin besar dan ini menjadi sumber penerimaan pajak.
“Apalagi kalau perusahaannya BUMN. Pemerintah bisa mendapat pajak plus dividen,” kata Ryan.












































