"Untuk menjadi misi pusat mode dunia tahun 2025, strategi sudah disusun antara 4 kementerian yaitu Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kemeterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Koperasi dan UKM di acara Indonesia Fashion Week 2013 melalu blue print yang telah disepakati," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat saat sarapan pagi dan meeting dengan puluhan pelaku usaha Indonesia Fashion Week di Ruang Garuda, Kantor Kementerian Perindustrian Jalan Gatot Subroto Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Menurut Hidayat, masing-masing kementerian sudah mempunyai tugas dan target yang harus dicapai di tahun 2025 sesuai blue print/perencanaan yang sudah dibuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjadi pusat mode dunia di tahun 2025 bukan tanpa sebab. Menurut Hidayat dasarnya Indonesia mempunyai banyak produk kreatif termasuk produk fesyen. Bahkan produk fesyen di Indonesia dinilai cukup beragam karena masing-masing daerah mempunya motif dan corak fesyen yang berbeda.
"Melalui pertemuan ini kita dapat berkolaborasi terutama produk fesyen Indonesia. Industri kreatif di Indonesia adalah sebagai penggerak ekonomi lokal. Posisi strategis industri kreatif semakin disadari karena industri ini cukup menjanjikan dan dengan nilai yang tinggi seperti seni, inovasi, teknologi dan kekayaan intelektual," imbuhnya.
"Geliat ekonomi kreatif mulai bergerak di Indonesia baik dilakukan oleh pemerintah dan pelaku bisnis. Komunitas semakin tumbuh dan terhubung dan semakin antusias daerah menjadi daerah kreatif salah satunya juga produk fesyen. Program kita adalah untuk mengembangkan industri fesyen yang sudah ada," tandasnya.
(wij/dru)











































