"Pemerintah akan terus berusaha menjaga agar stabilitas harga bahan pokok dapat terus terkontrol," ungkap Gita saat memberikan pesan tertulis, Sabtu (30/11/2013).
Dipilihnya Pasar Badung karena pasar ini merupakan pasar tradisional terbesar di Denpasar yang terletak sekitar satu kilometer dari pusat Kota Denpasar, tepatnya terletak di kawasan pertokoan Jalan Sulawesi No. 1, Kecamatan Denpasar Barat. Pasar Badung menjual berbagai macam kebutuhan seperti buah, sayur, kebutuhan pokok, piranti rumah tangga, peralatan upacara, perlengkapan sekolah, perlengkapan pesta, hingga barang-barang kesenian, dan sebagainya seperti halnya pasar pada umumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil pantauan di Pasar Badung, harga bahan kebutuhan pokok untuk komoditas beras adalah Rp 8.200/kg, gula pasir Rp 11.500/kg, minyak goreng curah Rp 12.000/liter, tepung terigu Rp 8.500/kg, dan kedelai (Rp 10.000/kg).
Selain itu, harga daging sapi dijual dengan harga Rp 78.000/kg, daging ayam broiler Rp 30.000/kg, telur ayam ras Rp 16.000/kg, cabai
merah besar Rp 18.000/kg, cabai rawit merah Rp 16.000/kg, bawang merah Rp 30.000/kg dan bawang putih Rp 11.000/kg. Harga-harga tidak mengalami perubahan harga selama dua hari terakhir.
"Pemerintah akan terus melakukan pemantauan harga secara intensif dan melakukan langkah koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi kenaikan harga," imbuhnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), pada Oktober 2013 terjadi inflasi sebesar 0,09%, setelah pada bulan sebelumnya terjadi deflasi sebesar 0,35%. Meskipun terjadi inflasi di Oktober 2013, namun khusus untuk kelompok bahan makanan memberikan andil deflasi sebesar 0,15%.
Beberapa komoditas pangan yang memberikan andil deflasi antara lain daging ayam ras (0,12%), bawang merah (0, 11%), telur ayam ras (0,04%), dan cabai rawit (0,01%).
"Pemerintah menaruh perhatian besar bagi ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok guna memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Gita.
Di sela-sela kunjungannya, Gita mengimbau agar masyarakat secara aktif dapat menginformasikan kepada pemerintah jika terjadi kelangkaan bahan kebutuhan pokok di daerahnya sehingga pemerintah dapat berkoordinasi dengan para pelaku usaha untuk segera mengisi kelangkaan tersebut.
"Masyarakat seharusnya tidak perlu khawatir karena pemerintah akan terus menjaga ketersediaan bahan kebutuhan pokok," sahutnya.
Pada kesempatan ini, Gita juga menjelaskan bahwa perkembangan harga rata-rata bahan pokok di tingkat nasional pada 29 November 2013 dibandingkan dengan harga rata-rata bahan pokok di tingkat nasional pada 28 November, umumnya relatif stabil dan mayoritas mengalami penurunan. Beberapa harga bahan pokok yang mengalami penurunan yaitu cabai merah keriting sebesar 1,24% menjadi Rp 28.640/kg, kedelai turun 0,47% menjadi Rp 10.540/kg, cabai rawit merah turun 0,46% menjadi Rp 34.760/kg, bawang merah turun 0,13% menjadi Rp 30.540/kg, dan daging sapi turun sebesar 0,03% menjadi Rp 91.370/kg.
Sedangkan yang mengalami kenaikan harga adalah cabai merah besar sebesar 0,50% menjadi Rp 30.100/kg, beras medium 0,23% menjadi Rp 8.590/kg, telur ayam ras 0,22% menjadi Rp 18.610/kg, bawang putih 0,14% menjadi Rp 14.460/kg, gula pasir 0,08% menjadi Rp 11.960/kg, dan daging ayam broiler 0,07% menjadi Rp 28.210/kg.
Walaupun mengalami kenaikan, harga komoditi tersebut masih relatif stabil karena pergerakan kenaikan harganya kurang dari 1%. Sementara untuk komoditas minyak goreng curah dan tepung terigu tidak mengalami perubahan.
(wij/dnl)











































