Cina Cuekin Desakan Mencabut Pematokan Mata Uangnya
Selasa, 23 Nov 2004 15:17 WIB
Jakarta -
Cina tidak menanggapi permintaan sejumlah negara yang tergabung dalam G-20 untuk mencabut pematokan mata uang Yuan yang dinilai merugikan. Negara-negara G-20 selanjutnya akan membahas masalah ini dalam pertemuannya di Beijing pada 2005 nanti.Hal ini disampaikan Menkeu Jusuf Anwar tentang hasil pertemuan G-20 kepada wartawan yang mencegatnya di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (23/11/2004)."Dalam pertemuan itu banyak disinggung masalah feksibilitas exchange rate. Saya tahu itu maksudnya ke Cina karena menurut mereka dengan pematokan Yuan terhadap dolar membuat ekspor kompetitif dan impor menjadi mahal dan mereka katakan supaya Cina melepas. Waktu itu kita no comment dan Cina cuek saja," kata Jusuf Anwar.Karena belum ada titik temu menurut Menkeu nantinya akan diteruskan dengan pertemuan selanjutnya untuk memecahkan soal fleksibilitas nilai tukar ini dalam pertemuan tahun 2005 di Beijing dan 2006 di Jepang.Dalam kesempatan itu menkeu mengungkapkan pertemuan itu juga dimanfaatkan Indonesia untuk melakukan lobby bilateral menjelang pertemuan CGI pada Januari 2005 mendatang. Menurutnya, delegasi Indonesia sudah mengadakan pertemuan bilateral dengan Jerman, AS, Jepang, Cina dan Australia. Diakuinya memang belum ada komitmen apa-apa. Namun yang diinginkan pemerintah adalah adanya support dari negara tersebut menjelang pertemuan CGI.Hal lain yang tak kalah penting dibahas adalah masalah money laundering, penyalahgunaan pajak dan hal-hal yang terkait dengan transaksi illegal. Menkeu mengungkapkan negara-negara G-20 sangat menghargai upaya Indonesia dalam mengatasi money laundering.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































