Tahun 2003, 47 BUMN Sumbang Kerugian Rp 6,08 Triliun
Selasa, 23 Nov 2004 18:07 WIB
Jakarta -
Sepanjang tahun 2003 terdapat 47 BUMN yang mengalami kerugian, dengan jumlah total Rp 6,08 triliun. Di mana 84,4 persen atau Rp 5,13 triliun dari jumlah itu dialami oleh 10 BUMN.Demikian diungkapkan Menteri Negara BUMN, Sugiharto, dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di gedung DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (23/11/2004).Sugiharto menjelaskan, kesepuluh BUMN itu adalah, PLN dengan kerugian Rp 3,558 triliun atau 58,52 persen. Selanjutnya diikutu Perusahaan Perdagangan Indonesia Rp 418,224 miliar, PT Pelni Rp 382,336 miliar, PANN Multi finance Rp 152,258 miliar, Indofarma Rp 129,570 miliar, Industri Sandang Nusantara Rp 114,772 miliar, Kertas Kraft Aceh Rp 108,442 miliar, PT Perkebunan Nusantara II Rp 96,166 miliar, Inhutani I Rp 90,972 miliar, RSCM Rp 81,221 miliar.Menurut Sugiharto, kerugian yang dialami PLN itu disebabkan harga TDL yang relatif belum mencerminkan harga pasar. Sementara biaya produksi meningkat cukup tinggi akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. Biaya produksi ini mencapai 70 persen dari total biaya yang dikeluarkan PLN.Sedangkan kerugian PT Perdagangan Indonesia terjadi karena penurunan pangsa pasar dan komoditi yang dihasilkan bermargin rendah. Sementara untuk PT Pelni diakibatkan migrasi perubahan moda penumpang dari angkutan laut ke angkutan udara.Karena itu, sambung Sugiharto, ke depannya pemerintah akan menerapkan sistem 3 in 1, khususnya untuk jarak pendek dan menengah yang tidak hanya mengangkut penumpang tapi juga jasa dan barang.Sugiharto juga mengungkapkan, pada tahun yang sama pemrintah memperoleh laba dari sekitar 103 BUMN dengan jumlah total Rp 25,6 triliun. Dimana dari jumlah itu, 69,3 persennya disumbangkan oleh 10 BUMN terbesar.Kesepuluh BUMN itu di antaranya adalah, PT Telkom dengan laba lebih dari Rp 6 triliun, Bank Mandiri lebih dari Rp 4 triliun, Pertamina Rp 1,1 triliun, BRI 2,5 triliun. Dan yang lainnya adalah BNI, Pusri, Jamsostek, PGN, Pelindo II, dan Askes.
(djo/)










































