Menteri Pertanian Suswono telah bertemu dengan Deputi Menteri Pertanian, Pangan, dan Urusan Pedesaan Korea Selatan Lee Jun Won, di sela-sela pertemuan WTO (World Trade Organizations), Nusa Dua, Bali, Selasa (3/12/2013).
Selama ini antara Indonesia dan Korea Selatan sudah menjalin kerjasama terkait dengan pelatihan petani, dan capacity building SDM bidang pertanian dengan bea siswa S2 dan S3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, Lee Jun Won kembali meminta kemudahan agar produk buah pear dari Korsel bisa masuk ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Tentunya setelah melakukan uji kesehatan dan penelaahan.
Pada 9 Desember 2013 mendatang, Badan Karantina Kementerian Pertanian RI akan menyerahkan CRA (country recognition agreement) langsung ke Korsel, yang menyatakan persetujuan pemasukan buah pear Korsel ke Indonesia melalui Pelabuhan Tanjuk Priok.
Untuk itu, Indonesia meminta Korsel membuka pasarnya untuk produk mangga Gedong Gincu Indonesia. Selama ini produk mangga Indonesia belum bisa masuk ke pasar Korsel dengan alasan belum bebas lalat buah.
Namun dengan pola penanganan saat ini, yakni dengan mesterilkan produk buah dengan menggunakan air panas, produk mangga ini diharapkan bsia diterima Korsel.
"Pada saat menyerahkan CRA itu, kami akan minta agar mereka juga menerima mangga Gedong Gincu kita," ujar Suswono.
Permintaan terhadap mangga Gedung Gincu Indonesia cukup besar di Korsel. Ritel terbesar di Korsel sudah meminta agar dikirim secara rutin mangga jenis ini. Namun karena otoritas di Korsel belum mengizinkan permintaan tersebut belum dapat dipenuhi.
(ang/dnl)










































