Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, keberhasilan negeri KPop tersebut adalah dari inovasi yang dilakukan. Mulai dari inovasi di sektor teknologi hingga penampilan. Indonesia menurutnya harus dapat mencontoh Korsel jika ingin menjadi negara maju.
"Korea Selatan itu bisa maju karena inovasi, teknologi, design fashion, dan yang lainnya," ungkap Chatib dalam sambutannya pada seminar Internasional tantangan kebijakan struktural di Indonesia, di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/12/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bisa menciptakan dan memanfaatkan peluang yang kuat. Yang bisa menjadikan Indonesia kuat itu adalah inovasi," sebut Chatib.
Apalagi, menurut Chatib, Korsel memiliki sumber daya alam dan energi yang berlimpah. Setiap bahan mentah yang dihasilkan bisa diolah dengan teknologi yang canggih. Sehingga memiliki nilai tambah. Tentunya itu juga berlaku untuk tekstil dan lainnya.
"Inovasi dan kemudian teknologi itu yang harusnya dilakukan ke depan," tegasnya.
Chatib mengatakan, pemerintah tengah mencoba melakukan beberapa reformasi struktural. Ini pun akan berdampak positif terhadap inovasi yang bisa diciptakan di dalam negeri. Terutama agar tetap kuat walaupun ada gangguan ekonomi secara eksternal.
"Pemerintah akan membuat fondasi. Apa kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan masa lalu, kebijakan untuk intervensi, human capital, insentif fiskal dan apapun yang membantu agar selalu ada inovasi di negara ini," paparnya.
Sebagai informasi dalam seminar ini, juga hadir Deputy Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) William Danvers dan Kepala Regional ASIA OECD Kensuke Tanaka. Kemudian juga hadir pejabat dari Bappenas dan para ekonom.
Acara ini akan mengupas persoalan tantangan yang dihadapi Indonesia, dan bagaimana kebijakan yang harusnya dilakukan. Di samping itu juga membahas bagaimana negara-negara Asia bisa keluar dari wilayah negara berkembang atau kelas menengah.
(mkj/dnl)










































