RI Ingin Jadi Negara Maju? Tirulah Korea Selatan

RI Ingin Jadi Negara Maju? Tirulah Korea Selatan

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 05 Des 2013 10:58 WIB
RI Ingin Jadi Negara Maju? Tirulah Korea Selatan
Jakarta - Sejumlah negara berkembang mencoba bertahap meningkat sebagai negara maju. Di antara negara berkembang tersebut, hanya Korea Selatan yang berhasil. Sementara negara seperti Afrika Selatan ataupun Brasil, masih tertahan posisinya.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, keberhasilan negeri KPop tersebut adalah dari inovasi yang dilakukan. Mulai dari inovasi di sektor teknologi hingga penampilan. Indonesia menurutnya harus dapat mencontoh Korsel jika ingin menjadi negara maju.

"Korea Selatan itu bisa maju karena inovasi, teknologi, design fashion, dan yang lainnya," ungkap Chatib dalam sambutannya pada seminar Internasional tantangan kebijakan struktural di Indonesia, di Gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/12/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan, banyak peluang yang bisa dioptimalisaikan di negara ini. Harusnya dengan inovasi, beberapa sektor yang bisa dimanfaatkan. Asalkan semuanya memiliki nilai inovasi, menurutnya Indonesia bisa seperti Korsel.

"Kita bisa menciptakan dan memanfaatkan peluang yang kuat. Yang bisa menjadikan Indonesia kuat itu adalah inovasi," sebut Chatib.

Apalagi, menurut Chatib, Korsel memiliki sumber daya alam dan energi yang berlimpah. Setiap bahan mentah yang dihasilkan bisa diolah dengan teknologi yang canggih. Sehingga memiliki nilai tambah. Tentunya itu juga berlaku untuk tekstil dan lainnya.

"Inovasi dan kemudian teknologi itu yang harusnya dilakukan ke depan," tegasnya.

Chatib mengatakan, pemerintah tengah mencoba melakukan beberapa reformasi struktural. Ini pun akan berdampak positif terhadap inovasi yang bisa diciptakan di dalam negeri. Terutama agar tetap kuat walaupun ada gangguan ekonomi secara eksternal.

"Pemerintah akan membuat fondasi. Apa kebijakan pemerintah untuk menyelesaikan persoalan masa lalu, kebijakan untuk intervensi, human capital, insentif fiskal dan apapun yang membantu agar selalu ada inovasi di negara ini," paparnya.

Sebagai informasi dalam seminar ini, juga hadir Deputy Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) William Danvers dan Kepala Regional ASIA OECD Kensuke Tanaka. Kemudian juga hadir pejabat dari Bappenas dan para ekonom.

Acara ini akan mengupas persoalan tantangan yang dihadapi Indonesia, dan bagaimana kebijakan yang harusnya dilakukan. Di samping itu juga membahas bagaimana negara-negara Asia bisa keluar dari wilayah negara berkembang atau kelas menengah.

(mkj/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads