Koteka dan Kopi Wamena Sudah Bisa Dibeli Lewat Internet

Koteka dan Kopi Wamena Sudah Bisa Dibeli Lewat Internet

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 09 Des 2013 17:40 WIB
Koteka dan Kopi Wamena Sudah Bisa Dibeli Lewat Internet
Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Jakarta - Warga Papua tidak perlu kesulitan lagi jualan produk karena bisa menjualnya di internet. Selain berjualan, warga di pulau paling timur Indonesia itu juga bisa beli barang dengan harga yang lebih terjangkau.

"Banyak produk Wamena yang bisa dijual ke luar daerah. Produknya banyak yang bagus-bagus. Kita juga ada jual koteka," kata Presiden Direktur dan CEO PT Rakuten Belanja Online, Ryota Inaba, ketika berkunjung ke kantor detikcom, Senin (9/12/2013).

Namun sayang, kata dia, koteka ini belum ada yang terjual. "Mungkin saya harus lebih banyak promosi lagi," ujarnya sambil tertawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak usaha perusahaan jual-beli online nomor satu di Jepang itu sedang mengambangkan proyek bernama Project Hope yang diluncurkan di Wamena, Papua. Tujuan dari program ini adalah membuka kesempatan pada pebisnis setempat menjual barangnya ke seluruh Indonesia.

Selain itu, konsumen setempat juga bisa membeli barang dari luar daerah dengan harga yang terjangkau. Pasalnya, harga-harga produk sehari-hari di Wamena cukup tinggi jika dibandingkan dengan Jakarta.

"Selisih harga antara barang di Jakarta dan Wamena itu cukup tinggi. Kalau pesan lewat online tinggal tambahkan ongkos kirim harganya jadi harganya lebih masuk akal," ujarnya.

Pria yang biasa disapa Popeye ini memberi contoh, harga mie dalam kemasan yang biasa dijual di Jakarta Rp 3.000 itu di Wamena harganya bisa lebih dari Rp 7.000. Hal ini yang membuat belanja online bisa jadi pilihan.

Untuk proyek ini, Rakuten bekerja sama dengan perusahaan logistik Caraka Group. Sebanyak 22 produk asli Wamena bisa dijual ke seluruh Indonesia bahkan ke luar negeri.

Rakuten dan Caraka pun membuka gerai di salah satu mal di Wamena yang menyediakan pemesanan dan pengambilan barang. Pembukaan proyek di Wamena ini baru permulaan, masih akan ada daerah lain yang dibidik oleh Rakuten.

"Saya sudah bertemu dengan orang dari Kementerian Keuangan bahwa program ini harus lebih banyak lagi. Ini hanya satu permulaan, daerah berikutnya bisa saja Aceh barangkali atau daerah lain," imbuhnya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads