Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Pudjianto mengatakan, naiknya TDL tahun ini sebesar 15% mendorong kenaikkan harga sewa tempat sekitar 10%. Perlu diketahui seperempat ongkos operasional para peritel ini dihabiskan untuk biaya sewa.
"Ya (naik 10%) pasti memberatkan. Padahal 20-25% dari biaya itu adalah untuk sewa," ungkap Pudjianto kepada wartawan di Gedung Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (10/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rental di mal itu yang naik," sebutnya.
Sementara itu untuk sewa tempat pada ruko lebih disebabkan oleh kenaikan harga properti. Diketahui untuk lokasi utama, memang harga properti cenderung naik.
"Kalau yang di ruko itu akibat dari harga properti yang mengalami kenaikan," ujar Pudjianto.
Menurutnya, pengusaha ritel dalam negeri harus mendapat perhatian dari pemerintah. Karena merupakan bagian dari perusahaan padat karya yang menampung tenaga kerja.
"Kita kan perusahaan padat karya. Dan kita juga memliki peranan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi," terangnya.
(mkj/ang)










































