Menteri PU: Underpass dan Flyover Solusi Macet dan Kecelakaan

Menteri PU: Underpass dan Flyover Solusi Macet dan Kecelakaan

Mega Putra Ratya - detikFinance
Selasa, 10 Des 2013 17:43 WIB
Menteri PU: Underpass dan Flyover Solusi Macet dan Kecelakaan
Foto: Ilustrasi Underpass
Bogor - Belajar dari kecelakan di perlintasan kereta Pondok Betung, Bintaro, Jakarta kemarin, pemerintah sepakat perlunya pembangunan terowongan (underpass) dan jalan layang (flyover) di sejumlah persimpangan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengatakan, underpass dan flyover merupakan jalan keluar kurangi macet dan kecelakaan.

"Underpass dan flyover memang salah satu jalan keluar mengurangi kemacetan dan kecelakaan, itu kan menghindari simpangan sebidang. Untuk DKI sudah diinventarisir ada beberapa gitu, dan kemudian semua jalan-jalan daerah, semua sudah disanggupi oleh bapak gubernur," tutur Djoko di Istana Bogor, Jakarta, Selasa (10/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara soal lokasi kecelakaan kereta kemarin, Djoko mengatakan itu bukan jalan nasional, melainkan jalan daerah. "Pemerintah pusat tangani pusat, dan pemerintah daerah tangani daerah," kata Djoko.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Pemprov DKI segera berkoordinasi untuk meminimalkan perlintasan sebidang. Rencananya, flyover akan dibangun untuk jalan kelas 3, dan underpass akan dibangun di jalan kelas 1.

"Tadi di rumah sakit (RS Suyoto) bersama Wagub dan PT KAI disepakati secepatnya rapat untuk memulai pembangunan elevated dan underpass. Kalau tidak salah ada 15 titik, termasuk yang itu (Pondok Betung). Yang kemarin itu jalan kelas 3 pasti elevated, kalau jalan kelas 1 karena besar pakai underpass karena lebih singkat," ujar Mangindaan.

Hambatan pembangunan kedua jenis jalan untuk menghindari perlintasan sebidang ini, imbuhnya adalah anggaran.

"Kita bicara dengan DKI 2 tahun lalu, mereka kemudian bicara dengan DPRD, mungkin itu yang lama. Anggarannya triliunan, saya lupa besarannya. Tapi jalannya juga PU kerja, dananya APBD, bisa BUMN, APBN atau swasta, jadi memang masalah anggaran itu," tutur Menhub.

Semua pihak kini sudah sepakat untuk membangun flyover atau underpass. "Sekarang sudah oke semua, kan sudah dirapatkan yang lalu. Sebagian banyak akan elevated. Diutamakan jalan ramai, rata-rata kelas 1 dengan underpass. Beberapa kelas 3 seperti yang kemarin akan di-elevated (melayang). Yang kemarin itu kelas 3 tapi ramai," tutur dia.

Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, kecelakaan di perlintasan tak perlu terjadi jika jalur kereta dibangun melayang (flyover) ataupun di bawah tanah (underpass).

"Ini sudah terlambat. Dalam perlintasan kereta seperti ini, sudah seharusnya perlintasan kereta dibangun underpass maupun flyover. Makanya nanti akan kita buat seperti itu," ujar Jokowi.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads