Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan, pemerintah pada tahun anggaran 2013 telah mengalokasikan dana subsidi keperintisan Rp 1,3 miliar untuk operasional kereta api tersebut. Angkutan KA Perintis Aceh ini merupakan angkutan KA Perintis pertama di Indonesia.
"Kementerian Perhubungan mengalokasikan dana subsidi keperintisan sebesar Rp 1,382 miliar untuk penyelenggaranaan angkutan KA perintis Aceh," kata Mangindaan di acara Jumpa Pers Akhir Tahun di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (11/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, terdapat 11,35 km jalur yang siap dioperasikan pada lintas kereta Mane-Bungkah-krueng Geukuh dan telah dilakukan ujicoba kelaikan operasional. Telah tersedia 1 unit kereta rel diesel Indonesia (KRDI) yang bisa mengkomodasi sekitar 444 penumpang.
"Kemenhub telah menugaskan PT Kereta Api Indonesia sebagai operator kereta perintis Aceh," lanjut Mangindaan.
Ke depannya, juga akan dikembangkan pembangunan jaringan kereta Aceh dari tahun 2014-2016 dengan trase Bireung-Lhoksemauwe sepanjang 65 km, Langsa-Batas Sumut sepanjang 32 km. Lalu 2017-2020 trase Lhoksemauwe-Langsa sepanjang 166 km. Pada 2021-2025 dengan trase Bireun-Sigli sepanjang 107 km, dan Sigli-Banda Aceh sepanjang 120 km.
(zlf/dnl)











































