Thailand Goncang, Indonesia Bisa Ambil Untung

Bisnis di Gonjang-ganjing Thailand (4)

Thailand Goncang, Indonesia Bisa Ambil Untung

Hidayat Setiaji - detikFinance
Rabu, 11 Des 2013 16:00 WIB
Thailand Goncang, Indonesia Bisa Ambil Untung
Pattaya, salah satu destinasi wisata di Thailand. (Foto: Reuters)
Jakarta - Kisruh sosial-politik di Thailand diperkirakan tidak banyak berpengaruh kepada Indonesia. Ini karena gelombang demostrasi lebih terfokus di ibukota Bangkok, dan hampir tidak terjadi di daerah-daerah lain sehingga arus produk dari Thailand ke luar negeri tidak banyak terkena dampak.
 
Sri Adningsih, Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada, menyatakan saat ini produk asal Thailand yang banyak diimpor oleh Indonesia adalah produk pertanian seperti beras dan buah-buahan.

“Daerah yang panas kan di sekitar Bangkok, dan itu bukan area pertanian yang masif. Sepertinya panen dan aktivitas produksi pertanian tetap beroperasi, sehingga bagi Indonesia tidak banyak berpengaruh,” ujar Sri.
 
Thailand, lanjut Adiningsih, juga sudah berpengalaman dalam mengatasi krisis politik yang terjadi beberapa kali selama delapan tahun terakhir. “Masyarakat di sana mungkin sudah terbiasa, dan ada figur raja yang bisa menyatukan rakyat,” ujarnya.
 
Namun, Adiningsih menyebutkan bahwa jika situasi itu berlarut-larut maka akan menimbulkan dampak negatif di kawasan ASEAN, termasuk bagi Indonesia. Dengan posisi sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di ASEAN, lumpuhnya Thailand tentu mempengaruhi seluruh kawasan.
 
“Berbagai kerjasama ekonomi di tingkat ASEAN bisa tidak berjalan kalau situasi di Thailand tetap memanas. Ini tentu menggangu perekonomian di kawasan ASEAN,” kata Adiningsih.
 
Indonesia, menurut Adiningsih, justru bisa memperoleh dampak positif dari gelombang demonstrasi di Thailand. Turis-turis asing yang awalnya ingin berkunjung ke Thailand bisa saja beralih ke Indonesia. Saat ini sudah belasan negara mengeluarkan peringatan perjalanan (travel warning) ke Thaland.
 
“Pengalihan wisatawan dari Thailand ke Indonesia bisa saja terjadi kalau kita agresif. Bisa saja mereka beralih ke kota-kota di Indonesia seperti Medan, Jakarta, atau Bali. Namun sepertinya tidak semudah itu, karena daerah wisata seperti Phuket atau Chiang Mai tidak banyak terpengaruh aksi demonstrasi,” jelas Adiningsih.
 
Jongkie Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), juga menyebutkan sampai saat ini belum terlihat dampak situasi yang panas di Thailand terhadap industri otomotif. Thailand merupakan salah satu negara yang banyak mengekspor kendaraan bermotor dan komponennya ke Indonesia.
 
“ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) belum melaporkan berapa angka impor mobil utuh maupun komponen dari Thailand. Waktu di Thailand banjir juga tidak ada laporannya. Sepertinya sampai saat ini masih baik-baik saja,” terang Jongkie, yang juga Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia.
 
Hyundai sendiri tidak mengimpor mobil utuh maupun komponen dari Thailand. Malah Hyundai mengekspor ke sana dan sampai saat ini belum ada masalah.“Belum ada kode-kode dari mereka untuk stop mengirim. Tidak ada masalah,” ucap Jongkie.

(hds/DES)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads