Membayangkan Wajah Jakarta Tahun 2020

Laporan dari Tokyo

Membayangkan Wajah Jakarta Tahun 2020

Nurul Hidayati - detikFinance
Kamis, 12 Des 2013 07:36 WIB
Membayangkan Wajah Jakarta Tahun 2020
Tokyo -

Bagi sebagian orang, wajah Jakarta mungkin terwakili oleh kata semrawut. Tapi kata itu bisa jadi akan tinggal kenangan 6 tahun lagi atau pada 2020..

Menko Perekonomian Hatta Rajasa punya kalimat yang pas untuk menggambarkan wajah Jakarta pada 2020. "Jakarta is not capital city of Indonesia but capital city of ASEAN," ungkapnya dalam perbincangan dengan wartawan di Imperial Hotel Tokyo, Rabu (11/12/2013) malam waktu setempat.

Optimisme Hatta itu dilandasi oleh program Metropolitan Priority Area (MPA) Jabodetabek yang berisikan 45 proyek prioritas yang pembangunannya diharapkan terlaksana paling lambat pada tahun 2020.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Coba bayangkan saat itu kita telah memiliki MRT Lebakbulus-Fatmawati-HI. Kita juga punya HI-Kota-Kampung Bandan. Juga ada MRT Cikarang-Balaraja bablas ke Manggarai," kata Hatta menjelaskan argumennya. Infrastruktur transportasi yang disebut Hatta itu merupakan bagian dari 45 proyek MPA yang berstatus Flagship (diutamakan) dan ditargetkan tuntas sebelum 2020.

Selain MRT, armada busway pada tahun itu juga semakin banyak. Monorel sudah beroperasi, juga ada loopline, plus electronic road pricing (ERP).

"Wajah Jakarta akan berkembang lebih ramah. Tidak memancing orang marah, misalnya karena senggolan sesama kendaraan," kata Hatta yang berada di Tokyo untuk menghadiri pertemuan keempat steering committee MPA Indonesia-Jepang.

Proyek berlabel Flagship selain MRT adalah pembangunan pelabuhan Cilamaya di Karawang; perluasan Bandara Soekarno-Hatta; pembangunan sistem limbah di Jakarta dan pembangunan kluster riset.

Selain proyek Flagship tersebut, ada 15 proyek berkategori fast track yang pelaksanaannya direncanakan paling lambat awal 2014. Proyek itu antara lain meningkatkan kapasitas jaringan jalan; meningkatkan kapasitas jalan kereta Jabodetabek, memperbaiki rekonstruksi stasiun pompa timur di Pluit untuk menanggulangi banjir di kawasan Pluit dan sekitarnya, hingga pembangunan jalur transmisi interkoneksi Jawa-Sumatera.
Β 
Dengan puluhan proyek pembangunan senilai Rp 411,3 triliun tersebut, wajar bila Hatta optimis wajah Jakarta beberapa tahun ke depan akan lebih kinclong.

Jepang sendiri merupakan investor asing yang terlibat dalam proyek itu. "Saya akan terus mengundang partisipasi pemerintah dan pihak swasta Jepang sebagai mitra Indonesia dalam merealisasikan proyek-proyek pembangunan MPA," kata Hatta.

Saat ini, Jepang merupakan investor nomor satu di Indonesia, mengalahkan dominasi Singapura yang kini di peringkat kedua. Survei Japan Bank of International Cooperation (JBIC) yang dilakukan pada 500 perusahaan Jepang juga menunjukkan Indonesia sebagai negara yang paling diminati sebagai tujuan investasi.

Hatta optimistis MPA yang termaktub dalam MP3EI akan terus berlanjut meskipun terjadi pergantian kepemimpinan pada 2014. Pihak Jepang juga tidak pernah mengkhawatirkan hal itu. "Tidak ada kecemasan dari pihak Jepang," ujar Hatta yang didampingi Menperin MS Hidayat.

(nrl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads