CT Bandingkan Sistem Pendidikan RI dengan AS

Pidato Doktor Honoris Causa Chairul Tanjung

CT Bandingkan Sistem Pendidikan RI dengan AS

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 12 Des 2013 11:15 WIB
CT Bandingkan Sistem Pendidikan RI dengan AS
Bandung - Sistem pendidikan dan budaya Amerika sangat kondusif dalam mendukung terciptanya inovasi dan kewirausahaan seperti Apple, Facebook, dan Twitter, karena fokus pada proses learning by doing, yang justru berbeda dengan sistem pendidikan di Indonesia.

Sistem pendidikan di AS memberi lebih banyak akses terhadap praktek langsung, ilmu komunikasi, desain produk baru, juga menghasilkan generasi muda yang cenderung lebih spontan dan rebel (dalam arti berani melawan arus), open minded, dan memiliki passion yang tinggi tentang apa yang diminatinya.

Demikian Orasi Ilmiah yang disampaikan Chairul Tanjung Pada Sidang Universitas Padjadjaran Dalam Rangka Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa Dalam Ilmu Ekonomi Kewirausahaan Bandung, Kamis (12/12/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berbeda dengan sistem pendidikan kita yang lebih berfokus pada ilmu fundamental dan teori, ujian yang dilakukan berdasarkan soal-soal dari buku teks, dan pendidikan yang mengikuti kurikulum yang terstandardisasi. Sistem pendidikan yang demikian ini kemudian menghasilkan generasi yang terbiasa dididik untuk disiplin dan mengikuti aturan yang berlaku, sementara bersikap melawan arus (rebel) dianggap sebagai sesuatu yang tabu dan salah di mata masyarakat," jelas Chairul.

Menurut Chairul yang biasa disapa CT, masyarakat Amerika mampu mewujudkan ide-ide inovasinya sebagai suatu implementasi nyata. Inovasi yang diajukan dalam bentuk hak paten meningkat terus, sehingga pada tahun 2012 telah mencapai lebih dari 576 ribu permohonan. Sementara itu, persentase permohonan yang disetujui hak patennya juga terus meningkat dari sekitar 38% di tahun 2008 menjadi 48% di tahun 2012.

CT memaparkan warga Amerika banyak memiliki alternatif akses pembiayaan juga cukup banyak, antaralain:

• Government Reserve menyediakan akses kepada innovative small starts up (alokasi sebesar 2 miliar dolar AS per tahun untuk capital funding)

• Initial Public Offering (IPO) pada New York Stock Exchange (NYSE) maupun National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ).

• Crowdfunding. Mengumpulkan uang untuk sumber pembiayaan dari masyarakat, yang biasanya dilakukan secara online. Contohnya Microlending-Kiva, Charitable Donation–Network forGood.

• Angel Investors. Untuk pembiayaan berkisar antara 25-250 ribu dolar AS. Pembiayaan alternatif ini berasal dari investor individual.

• Venture Capital untuk pembiayaan yang lebih besar dari 1 juta dolar AS.


Selain itu, Untuk mendorong investasi di bidang R&D, pemerintah menyediakan anggaran sebesar 18,3 miliar dolar AS, untuk mendukung R&D di bidang sains dan teknologi, serta menetapkan adanya kredit pajak di bidang riset dan eksperimen, dengan menaikan anggaran hingga 20% di tahun 2012 dan menyederhanakan proses mendapatkan tax credit tersebut.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads