Gubernur Tokyo Kunjungi PT DI
Rabu, 24 Nov 2004 17:10 WIB
Bandung - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tetap menjaga komitmen dan menyediakan diri untuk mengerjakan pembuatan pesawat jet komsersial NMX-1 yang digagas Konsorsium Asia. PT DI sampai saat ini masih tetap mendapat komitmen untuk menjadi perancang dan pembuatan pesawat jet berkapasitas 100 penumpang itu.Demikian ditegaskan Dirut PT DI Edwin Sudarmo ketika menerima kunjungan Gubernur Tokyo Shintaro Ishihara yang didampingi Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso ke kompleks PT DI, Jl Pajajaran Bandung, Rabu (24/11/2004).Sutiyoso menemani koleganya dari Jepang itu, kendati keduanya datang dengan menggunakan kendaraan yang terpisah. Sutiyoso datang menggunakan pesawat CN-235, sedangkan Ishihara menggunakan helikopter Super Puma. Kedua pesawat itu pun merupakan produk bikinan PT DI.Dalam kunjungannya itu, kedua gubernur menyempatkan diri melihat langsung proses kegiatan di PT DI. Di antaranya proses fabrikasi dan pembuatan komponen pesawat Airbus A-380, pembuatan pesawat CN-235, helikopter, dan melihat mock up pesawat N-250.Edwin pun menjelaskan beberapa kegiatan yang sudah dilakukan perusahaannya, seperti pembuatan CN-235, N-250, perancangan pesawat N-2130, dan lainnya. Ishihara sendiri secara umum menyatakan kekagumannya terhadap kemampuan PT DI. Kendati demikian, terhadap kelanjutan rencana pembuatan pesawat jet NMX-1 itu sendiri belum diperoleh konfirmasi lebih lanjut perkembangannya.Gubernur Sutiyoso pun hanya menyatakan, dirinya sebatas mengantarkan Ishihara dalam melakukan kunjungan untuk melihat langsung kemampuan PT DI. "Soal rencana pesawat itu, nanti diputuskan oleh Gubernur Tokyo karena mereka memang yang uangnya paling banyak," katanya sambil tersenyum.Untuk diketahui, proyek pembuatan pesawat itu sendiri digagas oleh Konsorsium Swasta Asean, dan bukannya oleh pemerintahan satu negara saja. Kendati demikian, Jepang, dalam hal ini kota Tokyo menjadi motor utamanya. Proyek NMX-1 itu kini tengah memasuki tahap preliminary design. Pesawat itu sendiri nantinya adalah pesawat bermesin ganda turbo jet.Jika sudah jadi diproduksi, rencananya pesawat itu akan dipasarkan di kawasan Asia. Sempat terbetik kabar bahwa rencana pembuatan pesawat itu akan dipindahkan ke Malaysia, menyusul kemelut yang terjadi di tubuh PT DI. Namun PT DI membantah kabar itu karena sampai saat ini masih tetap mendapat komitmen untuk menjadi perancang dan pembuatan pesawat jet tersebut.
(djo/)











































