Pasar ASEAN Hanya Serap 23% Total Ekspor Indonesia

Pasar ASEAN Hanya Serap 23% Total Ekspor Indonesia

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 13 Des 2013 10:49 WIB
Pasar ASEAN Hanya Serap 23% Total Ekspor Indonesia
Jakarta - Pasar ekspor produk-produk Indonesia masih bertumpu kepada negara-negara utama seperti di Eropa, China, Jepang, dan AS. Sedangkan ekspor ke ASEAN masih rendah dari total ekspor Indonesia per tahun.

"Indonesia juga belum menggali ekspor ke ASEAN. Tujuan ekspor kita masih besar ke pasar tradisional seperti Amerika Serikat, Jepang dan China," ungkap Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan Widodo saat membuka seminar Meningkatkan Daya Saing Dalam Pasar Bersama 2015 di Hotel Aryaduta Jakarta, Jumat (13/12/2013).

Terhitung mulai awal tahun hingga bulan Agustus 2013 ekspor produk Indonesia ke ASEAN baru 23% atau senilai US$ 22,7 miliar. Sedangkan total ekspor Indonesia secara keseluruhan dari bulan Januari hingga Agustus 2013 sebesar US$ 97,8 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemanfaatan pasar ASEAN belum optimal dan perlu mendapatkan perhatian khusus bagi para pelaku usaha. Indonesia mempunyai ruang yang besar untuk meningkatkan perdagangan," imbuhnya.

Dikatakan Widodo, Asia memang diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi dunia baru yang disokong oleh negara-negara ASEAN, India dan China dengan nilai perdagangan diprediksi mencapai US$ 3,36 triliun dengan pertumbuhan 5,6% per tahunnya.

Di satu sisi penduduk ASEAN cukup besar yaitu sebesar 618 juta orang. Jumlah penduduk ASEAN yang besar ini diharapkan jadi peluang pelaku usaha Indonesia untuk menggenjot ekspor ke wilayah ASEAN.

"Ini peluang kita karena faktor ini yang mempunyai nilai strategis untuk mendorong ekonomi kita. Perkembangan global yang terus bergulir membuat ASEAN kokoh ekonominya," tuturnya.

Untuk meningkatkan kapasitas produk Indonesia dalam pasar bebas ASEAN, Indonesia telah menetapkan prioritas atas 12 sektor utama antara lain industri agro, elektronika, kesehatan, otomotif, tekstil, rubber, logistik, travel, wood, pariwisata dan transportasi udara. Sehingga peluang Indonesia untuk meningkatkan ekspor produk ke pasar ASEAN masih terbuka dan cukup besar.

"Dengan pembinaan daya saing yang tinggi tadi, kita bisa meningkatkan lagi pencapaian pendapatan negara. Karena peningkatan ekspor yang semakin besar. Berapa target penambahan ekspor ke ASEAN? kita masih perlu pendalaman dulu, sehingga kita bisa bicara," katanya.

(wij/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads