Dahlan mengatakan, emosi yang berlebihan bisa memperburuk proses investigasi dari kejadian tersebut.
"Jonan boleh sedih tapi nggak emosional. Hidup seperti itu, di tengah puncak bahagia dan semangat selalu ada musibah. Emosional kalau namanya setingkat CEO boleh, tapi nggak emosional," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (16/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Direktur Utama PLN ini juga menyoroti tentang peraturan yang mengizinkan truk besar yang membawa bahan berbahaya melewati jalan kecil. "Truk apapun yang ukuran segitu boleh lawat jalan segitu (kecil). Kalau yang boleh, siapa yang bolehkan," sebutnya.
Dalam tulisannya yang diangkat detikFinance pagi ini, Dahlan setuju dengan Jonan bahwa masinis dan asistennya adalah patriot-patriot penyelamat penumpang! Saya memuji kepekaan Jonan yang menangani sang patriot dengan sebaik-baiknya: anggota keluarga terdekat akan diangkat jadi karyawan KAI, anak-anaknya akan dibiayai sekolahnya sampai lulus perguruan tinggi.
Berikut tulisan Dahlan soal kejadian KRL versus truk tangki BBM.
(hen/dnl)











































