1. Mengurus Pelabuhan Harus Keras
|
|
Menurutnya kondisi manajemen pelabuhan di Indonesia saat ini, tak bisa ditangani oleh seorang Chief Executive Officer (CEO) operator pelabuhan dengan gaya kepemimpinan yang biasa.
"Nanti kalau sudah beres, Anda cari yang lebih soft, bukan kayak saya. Kalau itu mau dipilih, saya diganti saja nggak apa-apa," tegas Lino.
2. Tegas Terhadap Direktur Personalia dan Umum
|
|
Ketidakpercayaan itu akhirnya membuat dirinya harus mengambil sikap dengan jalan meminta rekannya itu untuk mengundurkan diri atau menginformasikan pelanggaran yang dilakukan kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Cipto menurutnya telah melakukan 2 pelanggaran yang menghilangkan rasa percayanya, pertama soal potongan arisan istri pekerja Pelindo II, dan kedua persoalan munculnya Serikat Pekerja (SP) pada acara resmi Pelindo II. Pada saat acara itu, SP banyak mengkritisi pengembangan Pelndo II namun Cipto sebagai direksi yang ada di lokasi tidak mengklarifikasi.
Lino menjelaskan setelah dipanggil, Cipto diberi pilihan, hingga akhirnya Cipto memilih mundur. Pengunduran diri ini selanjutnya dikuti oleh puluhan senior manager dan general manager hingga berjumlah 22 orang.
3. Minta Syarat Khusus Sebelum Pimpin Pelindo II
|
|
Pertama, ia meminta diberi kekuasaan penuh menentukan direksi yang akan menjadi rekan kerjanya untuk membenahi dan mengelola pelabuhan seperti Pelabuhan Tanjung Priok. Alasannya karena bisnis pelabuhan memiliki banyak persoalan.
Kedua, mengubah porsi kewenangan direksi Pelindo II yang lebih fokus ke bidang pelayanan bukan keuangan. "Perubahan kekuasaan direksi. Keuangan 20%, 80% pelayanan. Kalau itu nggak diubah, saya nggak mau," sebutnya.
Ketiga, meminta pembatalan pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Niaga Bojonegara di Banten. Pembangunan awalnya dikonsep untuk mengantisipasi membludaknya kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok.
4. Berani Bayar Gaji Tinggi Karyawan
|
|
"Anak sarjana sudah 2 tahun diangkat. Tahun lalu dapat Rp 14,5 juta. Bapak nggak bisa cari perusahaan di Indonesia dengan gaji segitu," katanya.
Halaman 2 dari 5











































