Hal ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Luky Eko Wuryanto pada acara lokakarya KSPPN di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu (18/12/2013).
"Ini Perpers-nya mau bagaimana. Bahkan mereka (kepala daerah) yang dorong Perpres-nya keluar. Jaringan jalannya ada 25 biji dan investor sudah siap," kata Luky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luky menjelaskan, pengembangan jaringan tol Trans Sumatera sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan wilayah dan ekonomi di wilayah Sumatera. Ia khawatir bila pembangunan tol Trans Sumatera tak kunjung berjalan, muncul desakan pengembangan jembatan yang menghubungkan Sumatera dan Malaysia.
"Trans Sumatera itu harapannya bisa jadi integrator ekonomi di seluruh Sumatera, kalau nggak nanti banyak desakan bangun jembatan antara Sumatera dan Malaka. Nanti balik semua ekonomi kita sana semua," terangnya.
(hen/dnl)










































