Selain Kenaikan Upah dan Listrik, Ini yang Bikin Resah Pengusaha

Selain Kenaikan Upah dan Listrik, Ini yang Bikin Resah Pengusaha

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 19 Des 2013 17:54 WIB
Selain Kenaikan Upah dan Listrik, Ini yang Bikin Resah Pengusaha
Jakarta - Kalangan pengusaha mengkhawatirkan Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan (BI rate) yang saat ini sebesar 7,5%. Pengusaha juga resah dengan kenaikan upah buruh dan tarif dasar listrik (TDL) tahun depan.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan kenaikan suku bunga diprediksi terjadi dalam waktu dekat. Sebagai bentuk antisipasi dari penarikan stimulus oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

"Ini kita perkirakan bunga itu akan naik lagi. Itu mempengaruhi bunga kredit. Nah sekarang itu kan 10%-15%. Kalau itu naik lagi mampu nggak kita bayar itu sebegitu tinggi. Kita susah jadinya," ujar Sofjan di Gedung Permata, Kuningan, Jakarta, Kamis (19/12/2013)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini dengan suku bunga kredit yang tinggi, Sofjan mengaku pengusaha sudah cukup terbebani. Menurut Sofjan, biaya akibat bunga itu sangat tinggi sekali.

"Kalau naik lagi itu susah kita. Karena cost untuk bunga itu sangat tinggi sekali," ujarnya.

Akan tetapi menurut Sofjan kebijakan dari BI memang harus dilakukan. Meskipun kebijakan moneter bukanlah hal utama yang harus dilakukan.

"Kalau suku bunga naik, bunga kredit naik. Itu kan harga barang jadi naik. Nah inflasi lagi, naikkan bunga, inflasi lagi. Begitu saja terus," ungkap Sofjan.

(mkj/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads