Depdag Siap Hilangkan Komponen Biaya Tinggi
Kamis, 25 Nov 2004 15:49 WIB
Jakarta - Menteri Perdagangan Marie Pangestu menyatakan pihaknya akan mengambil langkah untuk menghilangkan komponen biaya tinggi yang menimbulkan inefisiensi yang selama ini menjadi penyebab lemahnya daya saing sektor riil di Indonesia. Kebijakan-kebijakan yang menumbuhkan ekonomi biaya tinggi akan diperbaiki. "Salah satu langkah utamanya adalah merampingkan berbagai kebijakan perizinan, baik di pusat maupun daerah, termasuk pengaturan yang lebih transparan, penyederhanaan prosedur, pemberian kemudahan dan kecepatan dalam pelayanan perizinan di bidang ekspor impor serta tidak membebani pedagang dengan biaya yang tidak wajar," kata Marie Pangestu di gedung DPR, Jakarta, Kamis (25/11/2004).Diakuinya penyebab lemahnya daya saing sektor riil Indonesia adalah biaya tinggi, baik dalam berproduksi maupun berdagangan. Di sektor perindustrian, katanya, diketahui biaya-biaya bahan baku dan bahan penolong yang diimpor lebih tinggi dibandingkan negara pesaing Indonesia, selain sering terjadinya masalah perburuhan.Sementara di sektor perdagangan, terdapat masalah tingginya biaya-biaya perizinan dan administrasi. Marie mengatakan, untuk melakukan perbaikan berbagai kebijakan yang menumbuhkan biaya tinggi, terlebih dulu perlu dilakukan inventarisasi serta pengkajian mendalam terhadap seluruh kebijakan perdagangan dalam negeri maupun ekspor impor yang kini berlaku.Pada kesempatan yang sama, kalangan Komisi VI DPR RI juga mempertanyakan mulai melemahnya daya saing Indonesia dalam kegiatan ekspor. Padahal pada era 80 dan 90an, ekspor non-migas Indonesia masih cukup kompetitif karena pada saat itu ekspor Indonesia masih mengandalkan keunggulan komparatif di tengah persaingan dengan negara-negara lain yang tidak seketat sekarang.Oleh karena itu, kata Marie, untuk mengembalikan kinerja ekspor non-migas, perlu digalakan kembali ekspor produk-produk yang bersifat padat kerja terdidik, seperti elektronik, peralatan listrik serta mesin-mesin yang kini mulai memiliki peran yang signifikan dalam total nilai ekspor non-migas Indonesia. Di pihak lain, untuk memperluas pasar ekspor, perlu diupayakan diplomasi perdagangan internasional.
(nit/)











































