Negara di Eropa Ramai-ramai Jual BUMN-nya

Kaleidoskop 2013

Negara di Eropa Ramai-ramai Jual BUMN-nya

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 23 Des 2013 09:18 WIB
Negara di Eropa Ramai-ramai Jual BUMN-nya
Jakarta -

Krisis ekonomi di Uni Eropa tak kunjung berakhir. Banyak negara yang masih berjuang dari keterpurukan ini.

Banyak cara dilakukan negara-negara di Eropa untuk keluar dari krisis. Salah satunya dengan meminta dana bantuan dari Uni Eropa.

Dana bantuan ini tidak bisa dikucurkan begitu saja, ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya adalah melakukan restrukturisasi dan privatisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu poin dalam privatisasi adalah menjual sebagian saham perusahaan negara atau di kita biasa disebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penjualan BUMN ini tidak melulu titah Uni Eropa, ada juga negara yang memang sengaja menjual karena butuh dana segar.

Berikut ini beberapa negara di Eropa yang sedang dan sudah menjual sebagian saham BUMN-nya, seperti dikutip detikFinance dari berbagai sumber, Senin (23/12/2013).

Italia

Pemerintah Italia berencana menjual sebagian saham di 8 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dananya akan digunakan untuk membayar utang yang sudah menggunung.

Salah satu perusahaan negara yang dijual adalah raksasa energi Eni. Menurut Perdana Menteri Italia Enrico Letta, penjualan ini masuk ke dalam paket pertama program privatisasi pemerintah.

Rencananya saham Eni yang akan dilepas hanya 3% senilai 2 miliar euro (Rp 28 triliun). Setidaknya pemerintah Italia masih punya 30% saham di perusahaan energi tersebut.

Target dana dari program penjualan BUMN ini adalah sebanyak 12 miliar euro atau sekitar Rp 168 triliun. Perusahaan negara lainnya yang akan dijual antara lain produsen kapal laut Fincantieri, STMicroelectronics, dan Grandi Stazioni, salah satu perusahaan kereta api setempat.

Pemerintah negeri pizza itu juga akan melepas 60% sahamnya di perusahaan kredit ekspor Sace and Grandi Stazioni, juga 40% sahamnya di Fincantieri, serta perusahaan pengawas lalu lintas udara Enav.

Portugal

Pemerintah Portugal akan meraup dana sekitar 580 juta euro (Rp 7,88 triliun) dari penjualan 70% saham perusahaan pos milik negara, CTT. Sahamnya dihargai 5,52 euro per lembar.

Harga tersebut merupakan batas atas dari perkiraan sebelumnya setelah pemerintah sepakat menjual dan menarik seluruh saham CTT dari Bursa Saham Lisbon.

Perusahaan dengan 13.000 karyawan itu diperkirakan bernilai lebih dari 600 juta euro berdasarkan salah satu surat kabar setempat, tapi dengan melihat harga sahamnya saat penjualan maka valuasinya menjadi 828 juta euro.

Pemerintah Portugal akan tetap pegang 30% saham CTT. Sebanyak 20% jadi jatah pembelian untuk para karyawannya, sedangkan 50% sisanya akan dilepas ke investor institusi.

Rencana privatisasi perusahaan pos milik negara ini seusai dengan syarat bailout senilai 78 miliar euro yang diberikan oleh Uni Eropa dan IMF pada Mei 2011 lalu.

CTT dinilai sebagai aset negara Portugal yang paling menarik untuk diprivatisasi. CTT membukukan laba 45,2 juta euro dalam sembilan bulan pertama 2013, naik 28% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Inggris

Pemerintah Inggris berencana melepas 40% kepemilikan sahamnya di Eurostar, jaringan kereta cepat yang menghubungkan London, Paris dan Brussels. Rencana ini merupakan bagian dari rencana privatisasi senilai £20 miliar (Rp 392,2 triliun).

Pemerintah Inggris memang sudah benriat memprivatisasi aset-asetnya sampai bisa meraup dana setara 24,1 euro itu sampai 2020.

Saham jaringan kereta antar negara tersebut saat ini dikuasai 55% oleh pemerintah Prancis, sedangkan Inggris punya 40%. Sedangkan 5% lainnya dipegang operator kereta asal Belgia, SNCB.

Saat ini Eurostar sedang dalam kondisi yang sangat sehat. Tahun lalu laba operasinya mencapai 91 juta poundsterling, didorong oleh Olimpiade London, dibandingkan tahun sebelumnya hanya 20,8 juta poundsterling.

Eurostar mulai mengangkut penumpang sejak November 1994, enam bulan setelah Perdana Menteri Inggris Margaret Thatcher dan Presiden Prancis Francois Mitterrand meresmikan Channel Tunnel.
Halaman 2 dari 4
(ang/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads