Sepanjang 2013, Indonesia Impor Ponsel Hingga Batik China

Kaleidoskop 2013

Sepanjang 2013, Indonesia Impor Ponsel Hingga Batik China

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 30 Des 2013 07:28 WIB
Sepanjang 2013, Indonesia Impor Ponsel Hingga Batik China
Jakarta - Tidak bisa menyesuaikan antara produksi dengan kebutuhan masyarakat, membuat Indonesia hanya bertahan dengan barang impor. Mulai dari kebutuhan pokok, hingga yang lainnya.

Sebut saja seperti ponsel yang saat ini menjadi konsumsi utama masyarakat, setelah makanan dan sumber energi. Kemudian batik China hingga bunga.

Selama tahun 2013, barang-barang tersebut masih mengandalkan impor. Terbukti dalam laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) setiap bulannya, barang ini selalu muncul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah beberapa barang impor Indonesia selama tahun 2013, yang dirangkum detikFinance, Senin (30/12/2013).

Ponsel

Impor ponsel tercatat sebesar 13.883 ton atau senilai US$ 2,3 miliar pada tahun ini (Januari - Oktober). Ponsel adalah impor kedua terbesar, setelah minyak dan gas bumi (migas).

Paling besar impor berasal dari China dengan 11.052 ton atau US$ 1,3 miliar. Kemudian Vietnam dengan 997 ton atau US$ 459,5 juta, Meksiko 237 ton atau US$ 201,9 juta dan Taiwan 261 ton atau US$ 186,7 juta,

Selain itu ponsel juga diimpor dari India 428 ton atau US$ 55,6 juta, Hungaria 59 ton atau US$ 49,3 juta, Hongkong 750 ton atau US$ 36,2 juta.

Suku Cadang Kendaraan Bermotor

Meski banyak kendaraan yang sudah dirakit di dalam negeri, namun komponennya masih saja mengandalkan impor.

Untuk jenis mobil dan traktor, tercatat impor tahun ini (Januari - Oktober) sudah mencapai 278.828 ton atau US$ 2,7 miliar. Kemudian untuk jenis komponen motor tercatat sebesar 138.522 ton atau US$ 489,1 juta.

Di samping itu ada komponen kendaraan bermotor lainnya dengan catatan volume 9411 ton atau senilai US$ 35,7 juta.

Batik China

Impor dengan nilai cukup besar adalah batik dari China. Pada bulan April 2013, impor batik China tercatat sebanyak 31 ton atau senilai US$ 498 ribu (Rp 4,731 miliar). Ini berlangsung secara rutin setiap bulannya.

Diketahui batik yang diimpor dari negeri tirai bambu tersebut merupakan pakaian jadi. Melihat Maret 2013 lalu, impor batik China tercatat sebesar 50 ton atau senilai US$ 1,49 juta. Bulan Februari 2013 volume impor 52 ton atau senilai US$ 1,6 juta.

Sedangkan bulan Januari 2013, sebanyak 56,3 ton batik China atau senilai US$ 1,4 juta atau sekitar Rp 14,5 miliar hadir di dalam negeri.

Selama tahun 2012 (Januari-Desember) 1.037 ton produk batik yang masuk dari China ke Indonesia dengan nilai US$ 30 juta, atau sekitar Rp 285 miliar.

Bunga

Tidak cuma barang yang bersifat umum, tapi bunga juga menjadi salah satu impor dengan nilai yang besar. Ada berbagai bunga yang diimpor, namun paling banyak adalah jenis krisan.

Selama tahun 2013 (Januari-Oktober) impor bunga krisan mencapai 2,5 ton atau senilai US$ 47 ribu. Impor berasal dari Cina dengan 1,5 ton atau US$ 31 ribu dan Singapura 1 ton atau US$ 15 ribu.

Sementara untuk bunga lainnya, total impor mencapai 7,1 ton atau US$ 78 ribu. Di antaranya impor berasal dari Kamboja, India, China dan Singapura serta Taiwan.
Halaman 2 dari 5
(mkj/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads