Sebut saja seperti ponsel yang saat ini menjadi konsumsi utama masyarakat, setelah makanan dan sumber energi. Kemudian batik China hingga bunga.
Selama tahun 2013, barang-barang tersebut masih mengandalkan impor. Terbukti dalam laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) setiap bulannya, barang ini selalu muncul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ponsel
|
|
Paling besar impor berasal dari China dengan 11.052 ton atau US$ 1,3 miliar. Kemudian Vietnam dengan 997 ton atau US$ 459,5 juta, Meksiko 237 ton atau US$ 201,9 juta dan Taiwan 261 ton atau US$ 186,7 juta,
Selain itu ponsel juga diimpor dari India 428 ton atau US$ 55,6 juta, Hungaria 59 ton atau US$ 49,3 juta, Hongkong 750 ton atau US$ 36,2 juta.
Suku Cadang Kendaraan Bermotor
|
|
Untuk jenis mobil dan traktor, tercatat impor tahun ini (Januari - Oktober) sudah mencapai 278.828 ton atau US$ 2,7 miliar. Kemudian untuk jenis komponen motor tercatat sebesar 138.522 ton atau US$ 489,1 juta.
Di samping itu ada komponen kendaraan bermotor lainnya dengan catatan volume 9411 ton atau senilai US$ 35,7 juta.
Batik China
|
|
Diketahui batik yang diimpor dari negeri tirai bambu tersebut merupakan pakaian jadi. Melihat Maret 2013 lalu, impor batik China tercatat sebesar 50 ton atau senilai US$ 1,49 juta. Bulan Februari 2013 volume impor 52 ton atau senilai US$ 1,6 juta.
Sedangkan bulan Januari 2013, sebanyak 56,3 ton batik China atau senilai US$ 1,4 juta atau sekitar Rp 14,5 miliar hadir di dalam negeri.
Selama tahun 2012 (Januari-Desember) 1.037 ton produk batik yang masuk dari China ke Indonesia dengan nilai US$ 30 juta, atau sekitar Rp 285 miliar.
Bunga
|
|
Selama tahun 2013 (Januari-Oktober) impor bunga krisan mencapai 2,5 ton atau senilai US$ 47 ribu. Impor berasal dari Cina dengan 1,5 ton atau US$ 31 ribu dan Singapura 1 ton atau US$ 15 ribu.
Sementara untuk bunga lainnya, total impor mencapai 7,1 ton atau US$ 78 ribu. Di antaranya impor berasal dari Kamboja, India, China dan Singapura serta Taiwan.
Halaman 2 dari 5










































