Helmi Arman, ekonom Citi Research, menilai pelaksanaan Pemilu 2014 akan menjadi faktor penting. Dia berpandangan kebijakan negara tahun depan akan cenderung berlatar belakang kepentingan politik.
βLangkah untuk mengurangi defisit transaksi berjalan mungkin sulit berjalan lancar di tengah tekanan politik. Kampanye politik akan menjadi isu, apalagi bagi pejabat publik yang berpartisipasi dalam Pemilu,β sebut Helmi dalam risetnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu langkah lanjutan yang perlu dilakukan, menurut Helmi, adalah mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi. βNamun Pemilu bisa mengalihkan perhatian para pembuat kebijakan untuk serius dalam menerapkannya. Artinya ada risiko pemerintah akan kembali menaikkan harga BBM setelah terbentuknya pemerintahan baru, mungkin awal 2015,β paparnya.
Secara umum, Helmi menyebutkan perekonomian Indonesia pada 2014 masih akan melambat. βKami memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2014 sebesat 5,3 persen, melambat diibandingkan 2013 yang diproyeksikan 5,7 persen. Perlambatan utamanya akan disebabkan oleh investasi, karena dunia usaha menghadapi masalah kenaikan suku bunga dan biaya impor barang modal karena pelemahan rupiah,β paparnya.
Sri Adiningsih, ekonom Universitas Gadjah Mada, juga memperkirakan perekonomian Indonesia pada tahun depan masih akan melambat. Sulit untuk mengambalikan pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 persen, karena investasi dan ekspor masih belum bisa diandalkan.
βPertumbuhan ekonomi tahun depan diperkirakan menurun. Ada deviasi dan fluktuasi lebih tinggi," kata Adiningsih.
Pemilu, lanjut Adiningsih, memang bakal membantu mendorong konsumsi rumah tangga. Namun dukungan faktor eksternal yaitu ekspor dan investasi belum membaik.
"Akibatnya struktur ekonomi Indonesia masih mengandalkan konsumsi. Besaran makroekonomi yang terkait kondisi keuangan global masih stagnan," tutur Adiningsih.
Bahkan Pemilu bisa jadi sentimen negatif bagi perekonomian, jika tidak berjalan dengan lancar. βRisiko kemerosotan pertumbuhan ekonomi sangat tinggi. Jika pemilu tidak damai, maka ekonomi akan jatuh," tegas Adiningsih.
Β
(DES/hen)











































