Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai instansi terkait, mencatat impor yang tidak sedikit jumlahnya. Secara volume (Januari-Oktober), impor pangan mencapai 15,4 juta ton atau setara dengan US$ 7,73 miliar.
Jenis pangannya pun sangat beragam. Mulai dari singkong, cabai, kopi, susu, bawang, tepung terigu, kedelai hingga beras. Tentunya menjadi semakin miris karena pangan ini bisa diproduksi di dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut adalah rangkuman detikFinance, untuk bahan pangan yang masih impor selama tahun 2013, Senin (30/12/2013).
Kentang & Singkong
|
|
Terbesar adalah dari Australia dengan 13.230 ton atau US$ 9,3 juta, Kanada 10.500 ton atau US$ 6,7 juta, Amerika Serikat 8181 ton atau US$ 4,05 juta, Mesir 4950 ton atau US$ 3,1 juta dan China 2.157 ton atau US$ 1,3 juta serta negara lainnya 1.389 ton atau US$ 819 ribu.
Singkong pada tahun ini juga diimpor dari luar negeri. Tercatat impor yang hanya berasal dari Thailand tersebut sebesar 100,7 ton atau senilai US$ 38 ribu.
Cabai
|
|
Cabai kering-tumbuk diimpor sebesar 15 ribu ton atau US$ 18,5 juta. Paling besar ini diimpor dari India dengan 11.398 ton atau US$ 13,4 juta dan China sebanyak 3192 ton atau US$ 4,3 juta.
Sementara cabai awet sementara juga diimpor sebanyak 2261 ton atau US$ 2,24 juta. Asal impor adalah dari Thailand dengan 1.835 ton atau US$ 1,7 juta, China 314 ton atau US$ 312 ribu, Malaysia 111 ton atau US$ 219 ribu dan Turki 300 kg atau US$ 1664.
Kopi & Teh
|
|
Demikian juga dengan teh. Impor tahun ini dilaporkan sudah mencapai 18.077 ton atau US$ 25,8 juta. Paling besar teh diimpor juga dari Vietnam dengan 11.130 ton atau US$ 11,9 juta dan Kenya 1328 ton atau US$ 3,8 juta.
Bawang
|
|
Sampai dengan bulan Oktober, total impor bawang merah mencapai 78 ribu ton atau US$ 36,4 juta. Paling besar, bawang merah diimpor dari India 31.475 ton atau US$ 14 juta, Thailand 18.652 ton atau US$ 9,2 juta dan Vietnam 17.465 ton atau US$ 8,36 juta.
Kemudian untuk bawang putih, total impornya adalah sebanyak 385 ribu ton atau US$ senilai US$ 317,1 juta. Mayoritas impor berasal dari China sebanyak 384 ribu ton atau US$ 316,8 juta, India 198 ton atau US$ 148 ribu dan Vietnam 57,9 ton atau US$ 52 ribu.
Susu & Mentega
|
|
Sementara impor mentega tercatat mencapai 18.208 ton atau US$ 81,04 juta. Asalnya, paling besar masih dari Selandia Baru 12 ribu ton atau US$ 53,4 juta, Belgia 2072 ton atau US$ 11,4 juta dan Australia 1660 ton atau US$ 6,7 juta.
Garam & Gula
|
|
Asal impor tersebut paling besar adalah dari Australia sebanyak 1,34 juta ton atau US$ 62 juta. Kemudian India 283 ribu ton atau US$ 11,8 juta dan Selandia baru 1559 ton atau US$ 621 ribu.
Hal serupa juga terjadi dengan gula. Untuk gula tebu, impornya mencapai 2,7 juta ton atau US$ 1,4 miliar. Impor terbesar adalah dari Thailand dengan 1,1 juta ton atau US$ 595,8 juta, Brazil 914 ribu ton atau US$ 465,1 juta dan Australia 481 ribu ton atau US$ 247 juta.
Sedangkan gula pasir, tahun ini impornya sebesar 70.879 ton atau US$ 41,4 juta. Terbesar impor masih dari Thailand dengan total 44.300 ton atau US$ 23,7 juta, Malaysia 9850 ton atau US$ 5,9 juta dan Australia dengan 7160 ton atau US$ 5,1 juta.
Biji Gandum (Meslin) & Tepung Terigu
|
|
Selain itu, impor juga berasal dari Kanada 1,1 juta ton atau US$ 456,5 juta, AS dengan 401 ribu ton atau US$ 151,7 juta, India 376 ribu ton atau US$ 120,2 juta, Fed Rusia 141 ribu ton atau US$ 42,2 juta dan negara lainnya 207 ribu ton atau US$ 62,3 juta.
Sedangkan untuk tepung terigu, impor tahun ini sebesar 154 ribu ton atau US$ 63,7 juta. Terbesar adalah dari Srilanka 48.965 ton atau US$ 22,9 juta, India 53.123 ton atau US$ 21,2 juta, dan Turki 31.721 ton atau US$ 10,5 juta.
Kedelai
|
|
Impor terbesar berasal dari AS sebesar 1,26 juta ton atau US$ 780,7 juta. Kemudian adalah Argentina dengan 85.509 ton atau US$ 51,6 juta, dan Malaysia 17.626 ton atau US$ 13,8 juta.
Kemudian adalah Paraguay 11.407 ton atau US$ 6,7 juta, Uruguay 4301 ton atau US$ 2,57 juta dan negara lainnya akumulasi 11.416 ton atau US$ 6,3 juta.
Jagung
|
|
Paling besar, jagung impor datang dari India dengan laporan 1,4 juta ton atau US$ 425,8 juta. Kemudian adalah Brazil sebesar 467.452 ton atau US$ 134,8 juta.
Selanjutnya, impor jagung juga dilakukan dari Argentina sebesar 439.040 ton atau US$ 129,8 juta, Thailand dengan 6939 ton atau US$ 3605 ton, Paraguay 8500 ton atau US$ 2,7 juta dan negara lainnya 5348 ton atau US$ 2,9 juta.
Beras
|
|
Bagaimana tidak, dalam tahun ini saja hingga Oktober, sudah ada 400 ribu ton atau senilai US$ 208,6 juta. Rata-rata per bulannya, impor yang dilakukan adalah 20 ribu ton.
Beras impor datang dari berbagai negara. Terbesar adalah dari Vietnam dengan catatan 138 ribu ton atau US$ 77,7 juta. Kemudian juga Thailand 88.085 ton atau US$ 57,9 juta.
Di samping itu impor dilakukan dari India dengan 87.097 ton atau US$ 36 juta, Pakistan sebesar 69.638 ton atau US$ 27,6 juta, Myanmar 12.525 ton atau US$ 4,3 juta dan negara lainnya 4314 ton atau US$ 4,8 juta.
Halaman 2 dari 11











































